Abstract
Perceraian orang tua merupakan peristiwa penuh tekanan yang memberikan dampak psikologis signifikan bagi mahasiswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi dalam mencapai subjective well-being pada mahasiswa dengan latar belakang tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi yang adaptif meliputi strategi pengelolaan, fokus pada tujuan, kontrol respons, dan penerimaan emosi berperan krusial dalam mengelola emosi negatif seperti sedih dan marah akibat perceraian. Kemampuan regulasi yang baik berkontribusi pada pencapaian subjective well-being yang ditandai dengan meningkatnya kepuasan hidup serta dominasi afek positif. Sebaliknya, regulasi yang kurang adaptif meningkatkan distress psikologis. Kesimpulannya, regulasi emosi adalah faktor kunci bagi mahasiswa dari keluarga bercerai untuk mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal.
Parental divorce is a stressful life event that has a significant psychological impact on university students. This descriptive qualitative study aims to describe emotion regulation in achieving subjective well-being among students from such backgrounds. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. Results indicate that adaptive emotion regulation encompassing management strategies, goal focus, response control, and emotional acceptance plays a crucial role in managing negative emotions like sadness and anger resulting from divorce. Strong regulation skills contribute to achieving subjective well-being, characterized by increased life satisfaction and the dominance of positive affect. Conversely, less adaptive regulation increases psychological distress. In conclusion, emotion regulation is a key factor for students from divorced families to achieve optimal psychological well-being.
References
Kuesioner, W. D. A. N. (n.d.). TEKNIK PENGUMPULAN DATA : OBSERVASI ,. 3(1), 39–47.
Octavianingrum, W., & Savira, S. I. (2022). Hubungan kepercayaan diri dengan regulasi emosi pada atlet pencak silat puslatda jawa timur. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 9(6), 50–55.
Oktavia, M. D., & Fahmawati, Z. N. (2025). HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI QUARTER LIFE CRISIS THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL REGULATION AND SOCIAL SUPPORT WITH SUBJECTIVE WELL-BEING IN Pendahuluan. 8(1), 305–316.
Pratama, M. W. (2024). Eksplorasi Regulasi Emosi pada Generasi Z di Mojokerto Exploration of Emotion Regulation on Generation Z in Mojokerto Abstrak. 11(01), 256–263.
Psikologi, J., Pendidikan, F. I., Psikologi, J., Pendidikan, F. I., & Subjektif, K. (2010). HUBUNGAN ANTARA SOCIAL COMPARISON DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWI PSIKOLOGI UNESA PENGGUNA INSTAGRAM Marcelline Eva Panjaitan Diana Rahmasari Abstrak. 561, 1–14.
Putri, V., Manisha, K., Buana, U. M., Mercu, U., & Jakarta, B. (2021). ANALISIS MINAT PENANAMAN MODAL DALAM NEGRI DAN PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA. 2(5), 710–720.
Rahayu, H. S. (2018). Hubungan Regulasi Emosi dengan Subjective Well Being pada Remaja dengan Orang Tua Bercerai. 6(1), 10–22.
Rulanggi, R., Fahera, J., & Novira, N. (2021). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Subjective Well- Being pada Mahasiswa. April, 406–412.
Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif : (2025). 5(2018), 539–545.
Purbaningtyas, K., & Satwika, Y. W. (2021). Hubungan body image dengan subjective well-being pada perempuan dewasa awal yang mengalami kelebihan berat badan. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 8(3), 241-250.
Wardah, N. A., & Jannah, M. (2023). Representasi subjective well-being pada dewasa awal. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 232-242.