Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dengan perilaku prososial pada Generasi Z. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya indikasi menurunnya perilaku prososial pada Generasi Z, seperti rendahnya kepedulian sosial dan kecenderungan individualisme, yang diduga berkaitan dengan tingkat empati yang dimiliki individu. Namun, hubungan antara empati dan perilaku prososial pada Generasi Z belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam mencapai tujuan penelitian. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generasi-Z berusia 18 – 25 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu incidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku prososial dan empati dengan subjek penelitian sebanyak 101 Generasi-Z. Data penelitian dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian dari analisis data yang telah dilakukan menunjukkan koefisien korelasi Spearman Rho sebesar 0.675 dengan taraf p = 0.000 < 0.01, yang artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara empati dengan perilaku prososial pada Generasi-Z. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat empati pada Generasi-Z maka akan semakin tinggi perilaku prososial Generasi-Z. Sebaliknya, semakin rendah tingkat empati pada Generasi-Z maka akan semakin rendah perilaku prososial Generasi-Z.
References
Azwar, S. (2017). Reliabilitas dan validitas (ed. 4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Davis, M. H. (1983). Measuring individual differences in empathy: Evidence for a multidimensional approach. Journal of Personality and Social Psychology, 44(1), 113–126. https://doi.org/10.1037/0022-3514.44.1.113
Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Knafo-Noam, A. (2015). Prosocial development. In R. M. Lerner (Ed.), Handbook of child psychology and developmental science (Vol. 3, pp. 610–656). New York, NY: Wiley.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS (ed. 10). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Twenge, J. M. (2019). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy—and completely unprepared for adulthood. New York, NY: Atria Books.
Van der Graaff, J., Carlo, G., Crocetti, E., Koot, H. M., & Branje, S. (2021). Prosocial behavior in adolescence: Gender differences and associations with empathy and perspective taking. Journal of Youth and Adolescence, 50(4), 678–692. https://doi.org/10.1007/s10964-020-01368-9