Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA BED OCCUPANCY RATE (BOR) DI RSKD IBU DAN ANAK PERTIWI

Abstract

Latar Belakang: Indikator pelayanan rawat inap di rumah sakit digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi pengolaan tempat tidur yang dapat di ukur dengan parameter Bed Occupancy Rate (BOR), dimana Bed Occupancy Rate (BOR) adalah jumlah persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Salah satu indikator rawat inap ini memberikan gambaran tentang tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Tujuan : Diketahui faktor yang dapat menyebabkan rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi. Metedologi : Desain penelitian yaitu deskriptif kuantitatif, subjek peneitian adalah pasien rawat inap dengan sampel menggunakan rumus slovin. Metode pengumpulan memberikan kuisioner atau angket dengan teknik accidental sampling. Hasil : Didapatkan faktor yang mempengaruhi dari aspek pelayanan kesehatan terhadap nilai BOR yaitu pelayanan perawat 55%, edukasi dan komunikasi perawat 58,5% dan keramahan perawat 60%. Kesimpulan:  Aspek yang dapat mempengaruhi rendahnya Bed Occupancy Rate yaitu, aspek pelayanan kesehatan dan sarana prasarana pada rumah sakit tersebut.

Keywords

pelayanan kesehatan , sarana dan prasarana RSKD Ibu dan Anak Pertiwi

pdf

References

  1. Abduh, R. (2021). Kajian Hukum Rekam Medis Alamsyah, N., & Andriani, H. (2018). Prototype Sistem Informasi Statistik Rawat Inap Rumah Sakit Berorientasi Layanan. Quality Assurance and Health Information Management
  2. Anindya, P. A., Jati, S. P., & Nandini, N. (2020). Efforts to Apply Minimum Health Service Standards in Hypertension Health Services Indicators in Public Health Services of Semarang City.
  3. Ariyani, H. (2023). Metodologi Penelitian Kesehatan dan Statisktika.
  4. Asrulla, Risnita, Jailani, M. S., & Jeka, F. (2023). Populasi dan Sampling (Kuantitatif), Serta Pemilihan Informan Kunci (Kualitatif) dalam Pendekatan Praktis.
  5. Coleman, B. D., & Fuoss, R. M. (1955). Quaternization Kinetics. I. Some Pyridine Derivatives in Tetramethylene Sulfone.
  6. Dhyaksaputra, S. L. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya BOR (Bed Occupancy Rate) di Rumah Sakit. STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo Surabaya, (44), 5–34.
  7. Ernawati, E., Tri Rachmi, A., & Wiyanto, S. (2014). Penerapan Hand Hygiene Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit.
  8. Ferdianto, A. (2023). Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Di Unit Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Di Rsu Anna Medika Madura.
  9. Hendrisman, Sutomo, S., Arnawilis, Hartono, B., & Lita. (2021). Analisis Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu.
  10. Hardika, Fitra Nanda (2020) Identifikasi Faktor Yang Mempengaruhi Bed Occupancy Rate (BOR) Di Rumah Sakit “X” Malang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
  11. Joshi, A., Kale, S., Chandel, S., & Pal, D. K. (2015). Likert scale: Explored and explained. British Journal of Applied Science & Technology, 7(4), 396–403.
  12. Kalyanita, Sri Suparti, & Sinta Novratilova. (2022). Analisis Faktor-Faktor Determinan Nilai Bor (Bed Occupancy Rate) Di Rsau Dr Siswanto.
  13. Ksatriyani, S. (2019). Pengaruh Kualitas Layanan, Brand Image (Citra Merek), Dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Dan Loyalitas Pelanggan.
  14. Kartasurya, M. I., Masruron, L., & Kuntjoro, T. (2019). Analisis kepuasan pasien dilihat dari minat untuk dirawat kembali terhadap pelayanan dokter dan perawat. Manajemen Kesehatan Indonesia, 7(2), 81–87.
  15. Nababan, B. (2012). Analisis hubungan antara pelayanan kesehatan dengan bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Sukamara, Kalimantan Tengah (Tesis, Universitas Terbuka).
  16. Pipit Muliyah, Dyah Aminatun, Sukma Septian Nasution, Tommy Hastomo, Setiana Sri Wahyuni Sitepu, T. (2020).
  17. Putri, T. B., Dharmawan, Y., & Winarni, S. (2017). Gambaran beberapa faktor terkait pemanfaatan bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit umum daerah dr. R. Koesma Kabupaten Tuban. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 168-173.
  18. Rudini, R. (2017). Peranan Statistika Dalam Penelitian Sosial Kuantitatif.
  19. Sistem, D. K., Sistem, P., Koesnadi, R. S. U. H., Rachmatta, D., Mudiono, P., Hernawati, S., & Bukhori, S. (2018). Digital Repository Universitas Jember
  20. Susanto, H. (2003). Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Bed Occupancy Rate (BOR) RS “Roemani” Semarang (Doctoral dissertation, Tesis. Semarang: Universitas Diponogoro.[Serial Online] https://www. google. com/search).
  21. (Impact of System Quality , System Users and Organization in Utilization of Hospital Information Management System Performanced at General Hospital) Digital Repository Universitas Jember
  22. Telaumbanua, R. F. (2020). Peran Tenaga Kesehatan dalam Melaksanakan Pelayanan Kesehatan WBP Rutan.
  23. Tawil, O. S., Sondakh, R. C., & Bernadus, J. (2020). HUBUNGAN ANTARA FASILITAS SANITASI RUANG RAWAT INAP DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DATOE BINANGKANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW.
  24. Wijaya, L., & Dewi, D. R. (2017). Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Manajemen Informasi Kesehatan II : Sistem dan Sub Sistem Pelayanan RMIK.
  25. Widiyanto, W., & Wijayanti, R. A. (2020). Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Bed Occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Mitra Medika Kabupaten Bondowoso. J-REMI: Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 1(4), 529-536.

Similar Articles

1-10 of 359

You may also start an advanced similarity search for this article.