Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RSUD DR. (H.C) Ir. SOEKARNO PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2023

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan laju filtrasi glomerulus (LFG) < 60 ml/1,73 yang terjadi selama lebih dari 3 bulan atau adanya penanda kerusakan ginjal yang dapat dilihat dengan melalui albuminuria, adanya abnormalitas sedimen urin, tidak normalnya elektrolit, terdeteksinya abnormalitas ginjal secara histologi maupun pencitraan (imaging) serta adanya riwayat tranplantasi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Chronic Kidney Disease (CKD) di RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023.  Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan Cross Sectional dengan analisis uji Chi square. Populasi penelitian ini adalah semua orang yang berobat ke poli penyakit dalam di RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 337 orang. Besaran sampel penelitian ini adalah 85 responden yang dipilih dengan rumus Slovin. Penelitian dilaksanakan pada 01-13 Juli 2024 di RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil penelitian ini diketahui ada hubungan usia (p=0,000), pola makan (p=0,006), hipertensi (p=0,002), dan pekerjaan (p=0,001) terhadap kejadian penyakit chronic kidney disease (CKD) di RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan dari usia 35-50 tahun untuk mengikuti sosialisasi atau edukasi tentang chronic kidney disease dan melakukan pemeriksaan minimal 3 bulan sekali bila ada kelainan pada ginjal sementara bila tidak ada kelainan pada ginjal disarankan pemeriksaan setiap 1 tahun sekali supaya tidak terjadi CKD dikarenakan pada usia lansia rentan mengalami CKD.

Chronic Kidney Disease (CKD) is a decrease in kidney function characterized by a glomerular filtration rate (GFR) < 60 ml/1.73 that occurs for more than 3 months or the presence of markers of kidney damage that can be seen through albuminuria, abnormal urine sediment, abnormal electrolytes, detection of kidney abnormalities on histology and imaging and a history of kidney transplantation. The aim of this researcher is factors related to the incidence of Chronic Kidney Disease (CKD) in RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno, Bangka Belitung Islands Province in 2024. This research uses quantitative research using a cross sectional approach with Chi square test analysis. The population of this study were all people who received treatment from the internal medicine clinic at RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno, Bangka Belitung Islands Province, as many as 420 people. The sample size for this research was 85 respondents selected using the Slovin formula. The research was carried out on 01-13 July 2024 at RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno, Bangka Belitung Islands Province. The results of this study show that there is a relationship between age (p=0.000), diet (p=0.006), hypertension (p=0.002), and employment (p=0.001) on the incidence of chronic kidney disease ( CKD) at RSUD DR. (H.C) Ir. Soekarno, Bangka Belitung Islands Province in 2024. The suggestion from this study is that it is expected that those aged 35- 50 years old will participate in socialization or education about chronic kidney disease and have a check-up at least once every 3 months if there is an abnormality in the kidneys, while if there is no abnormality in the kidneys, it is recommended to have a check-up once a year so that CKD does not occur because the elderly are susceptible to CKD.

Keywords

Chronic Kidney Disease, Hipertensi, Pola Makan, Usia, Age, Diet, Hypertension

pdf

Author Biography

Lisa Azizah iman Safitri

Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Citra Internasional

Hendra Kusumajaya

Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Citra Internasional

Rizky Meilando

Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Citra Internasional


References

  1. Amirin, T., 2011, Populasi Dan Sampel Penelitian 4: Ukuran Sampel Rumus Slovin, Erlangga, Jakarta.
  2. Andreash, (2021). CKD Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Pasuruan.
  3. Cahyo (2021). Diagnosis dan Manajemen Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Medika Hutama,02(04), 1135-1142.https://www.jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/download/2 37/156
  4. Centers for Disease Control and Prevention. National Chronic Kidney Disease Fact Sheet, 2019. Atlanta, GA: US Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention; 2019.
  5. Eka putri, dkk. (2022). Asuhan Keperawatan gagal Ginjal Kronik Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman dan Nyaman. Journal of Chemical Information and Modeling, 01(01), 1689–1699.
  6. Hardani, Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Iatiqomah, R. R., Fardani, R. A., Sukmana, D. J., & Auliya, N. H. (2020). Metode Penelitian Kualitatif& Kuantitatif (H. Abadi (ed.); 1st ed., Issue Maret). CV. Pustaka Ilmu.
  7. Hasanah, dkk ( 2023). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 6. Jakarta: Interna Publishing. 2016. p.2194-8
  8. Kementerian kesehatan Republik Indonesia. Situasi penyakit ginjal. Pusat data dan informasi kementerian kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 2018.
  9. Kuwa. Penyakit ginjal kronik. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 6. Jakarta: Interna Publishing. 2022. p.2161-7 iu KD.
  10. Kusniawati . Dialisis dalam Pengobatan Gagal Ginjal. J.L., Loscalzo J (ed). Harrison: Nefrologi dan Gangguan Asam-Basa. Jakarta: EGC; 2018. hal. 121 – 124.
  11. Khairidina, dkk. (2020). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Chronic Kidney Disease (Ckd) Di Irna Non Bedah Penyakit Dalam Wanita Rsup Dr. M. Djamil Padang.
  12. Lewia et. al (2020). Penyebab Gagal Ginjal Kronik ( GGK ) Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya.

Similar Articles

1-10 of 172

You may also start an advanced similarity search for this article.