EFEK NEUROFARMAKOLOGIS BERGANTUNG DOSIS DARI EKSTRAK DAUN MAHONI (SWIETENIA MACROPHYLLA): ANALISIS PERILAKU DAN BIOKIMIA PADA MODEL MENCIT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek farmakologi ekstrak daun mahoni (Swietenia mahagoni) pada berbagai konsentrasi (1%, 2%, dan 4%) terhadap beberapa parameter fisiologis yaitu PSM, DSSSP, SL, SSSP, SM, PSL, RO, dan ANA. Tanaman mahoni diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan meningkatkan respon imun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model hewan coba (tikus) yang sehat. Pengamatan dilakukan terhadap respon farmakologi berdasarkan konsentrasi ekstrak yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 4% memberikan efek farmakologi paling tinggi terutama pada parameter PSM (47,45%), DSSSP (31%), SM (30,30%), dan RO (28%). Namun, pada parameter PSL, efek terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 1% (46,99%). Kesimpulannya, ekstrak daun mahoni menunjukkan efektivitas optimal pada konsentrasi tinggi (4%), kecuali pada PSL yang lebih responsif pada konsentrasi rendah. Penentuan konsentrasi optimal sangat penting untuk memaksimalkan hasil farmakologi ekstrak tanaman.
Keywords
ekstrak daun mahoni, efek farmakologi, konsentrasi ekstrak, antioksidan, hewan coba
References
- 1. Pratama, dkk, 2022.uji kandang antioksidan dan flavonoid ekstrak daun tanaman mahoni (swietenia mahagoni). Jurnal universitas PGRI adi buana surabaya
- 2. Rosyada et al. 2024.segala manfaat tak terduga daun mahoni selain mengatasi dia betes , junala KABARIKA ID
- 3. Safira, Anggadiredja. 2023.Kajian Aktivitas Neufarmakologi Acorus Calamus Linn. Jurnal Acta Pharmaceutica Indonesia