Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMP KRISTEN KOTA PALANGKA RAYA

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang harus dipahami sejak masa remaja, terutama pada remaja putri yang sedang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menimbulkan berbagai risiko seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, maupun masalah psikososial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMP Kristen Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian adalah seluruh populasi remaja putri di SMP Kristen Kota Palangka Raya sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan distribusi frekuensi dan persentase.Hasil: Mayoritas responden berusia 13 tahun (36,7%), dengan sebagian besar berasal dari kelas IX (36,7%). Tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa 26 responden (86,7%) memiliki pengetahuan baik, 3 responden (10,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 1 responden (3,3%) memiliki pengetahuan kurang.Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri di SMP Kristen Kota Palangka Raya memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi. Hal ini menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi berkelanjutan melalui sekolah, keluarga, maupun tenaga kesehatan agar pengetahuan yang baik tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Keywords

Knowledge, Adolescent Girls, Reproductive Health

pdf

References

  1. Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Penduduk Indonesia Tahun 2020. Jakarta: BPS.
  2. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2024). Data Demografi Remaja di Kalimantan Tengah. Palangka Raya: BPS Kalteng.
  3. Budiman, & Riyanto, A. (2013). Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
  4. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. (2024). Laporan Tahunan Program Kesehatan Reproduksi Remaja. Palangka Raya: Dinkes Kalteng.
  5. Erikson, E. H. (dalam Santrock, J. W.). (2021). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup (Edisi ke-14). Jakarta: Erlangga.
  6. Fitriyani, A., Nurdin, R., & Lestari, S. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 120–128.
  7. Harahap, D. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan remaja terhadap perilaku seksual pranikah. Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Keperawatan, 13(1), 45–52.
  8. Notoatmodjo, S. (2022). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  9. Piaget, J. (dalam Suryana, D.). (2022). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Alfabeta.
  10. Puspasari, M. (2022). Gambaran pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMP Negeri 1 Ubud. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 6(3), 210–218.
  11. Raudhatul, M. (2021). Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(1), 55–63.
  12. Safitri, L., & Andayani, T. (2023). Tingkat pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMP Negeri 5 Banjarmasin. Jurnal Bidan Sehat, 5(2), 134–141.
  13. Sarwono, S. W. (2010). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  14. Selnja, M., Widiastuti, A., & Istioningsih, E. (2020). Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 4(2), 87–95.
  15. World Health Organization. (2022). Reproductive Health and Rights: Global Overview 2022. Geneva: WHO.
  16. Zulfa, A. (2024). Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 9(1), 33–40.

Similar Articles

11-20 of 76

You may also start an advanced similarity search for this article.