HUBUNGAN KONSUMSI JUNK FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA N 6 KOTA JAMBI
Abstract
Status gizi remaja menjadi masalah di Indonesia yang perlu perhatian pemerintah. Status gizi merupakan suatu keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Kebiasaan makan yang salah pada remaja sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan dan status gizi, seperti sering mengonsumsi junk food yang tinggi kandungan kalori dengan kandungan vitamin dan mineral yang rendah. Aktivitas fisik yang rendah disertai dengan pola makan yang berlebih dapat menimbulkan kejadian gizi lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi junk food dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di SMA N 6 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini bertempat di SMA N 6 Kota Jambi dan dilakukan selama tiga hari di sekolah, dimulai dari survei awal pada tanggal 17 Maret 2025 hingga Juni 2025. Sampel terdiri dari 74 siswa. Data konsumsi junk food dan aktivitas fisik dikumpulkan melalui kuesioner FFQ dan PAL, dan status gizi dinilai menggunakan pengukuran antropometri berdasarkan IMT/U dengan indikator Z-Score. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden jarang mengonsumsi junk food (67,6%), memiliki aktivitas fisik ringan (50,0%), dan status gizi kurang (41,9%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi junk food dengan status gizi (p = 0,945) maupun antara aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,237). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja. Disarankan kepada remaja agar lebih memperhatikan pola konsumsi harian konsumsi junk food dan meningkatkan aktivitas fisik.
Keywords
aktivitas fisik, junk food, remaja, status gizi
References
- Aprilia, B., & Permatasari, T. A. E. (2024). Hubungan konsumsi junk food, aktivitas fisik, durasi gadget, dan uang saku dengan status gizi remaja SMK Poncol Jakarta Pusat. Majalah Gizi dan Nutrisi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, 5(2), 103–113.
- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Izhar, M. D. (2020). Hubungan Antara Konsumsi Junk Food, Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Siswa Sma Negeri 1 Jambi. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 5(1), 1. https://doi.org/10.35842/formil.v5i1.296.
- Rachmawati, F., Sofianita, N. I., Ilmi, I. M. B., & Fatmawati, I. (2023). Kebiasaan konsumsi mie instan dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja SMA Taman Harapan 1 Kota Bekasi. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.
- Tadung, I. J. (2024). Gambaran konsumsi junk food, minuman manis, dan kejadian overweight pada remaja di SMP Negeri 6 Kota Makassar. Universitas Hasanuddin.
- Yetmi, F., Harahap, F. S. D., & Lestari, W. (2021). Analisis Faktor yang Memengaruhi Konsumsi Fast Food pada Siswa di SMA Cerdas Bangsa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020. Jurnal Hasil Penelitian Mahasiswa, 6(1), 25–47.
- World Health Organization. (2021). World health statistics 2021: Monitoring health for the SDGs, sustainable development goals. Geneva: World Health Organization.