ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HOMESICKNESS MAHASISWA RANTAU
Abstract
Migrasi pendidikan merupakan fenomena yang semakin meningkat di Indonesia, ditandai dengan perpindahan mahasiswa dari daerah asal ke kota atau pulau lain untuk menempuh pendidikan tinggi. Perpindahan ini, meskipun memberikan peluang akademik dan pengembangan diri, sering kali diiringi dengan tantangan psikologis, salah satunya adalah homesickness. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman homesickness pada mahasiswa rantau Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhinya dalam konteks sosial dan budaya lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Partisipan penelitian berjumlah lima mahasiswa rantau jenjang sarjana (S1) yang sedang menempuh studi di perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa dan telah menetap di kota studi selama enam bulan hingga tiga tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam.. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik model Braun dan Clarke.
Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: (1) homesickness sebagai pengalaman emosional yang dinamis dan multifaset, (2) keterikatan dengan keluarga sebagai sumber dukungan sekaligus kerentanan, (3) dukungan sosial lokal sebagai faktor protektif utama, (4) tantangan adaptasi budaya dan pengalaman culture shock, serta (5) stres akademik sebagai pemicu munculnya kembali homesickness. Temuan menunjukkan bahwa homesickness merupakan fenomena yang kompleks dan kontekstual, dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu, sosial, budaya, dan akademik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa homesickness pada mahasiswa rantau tidak dapat dipandang sebagai fase adaptasi yang bersifat sementara semata, melainkan sebagai isu kesejahteraan psikologis yang memerlukan perhatian dan intervensi institusional yang sistematis. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan program pendampingan mahasiswa rantau yang lebih sensitif budaya dan berkelanjutan.
Keywords
homesickness, mahasiswa rantau, migrasi pendidikan, adaptasi budaya, kesejahteraan mahasiswa
References
- Arslan, G., Allen, K. A., & Ryan, T. (2022). Exploring the impacts of school belonging on youth mental health and wellbeing: A longitudinal study. Journal of Happiness Studies, 23(1), 1–15.
- Berry, J. W. (2021). Acculturation: Living successfully in two cultures. International Journal of Intercultural Relations, 29(6), 697–712.
- Chen, Y., & Li, R. (2021). The effect of social support on homesickness among international students: A moderated mediation model. Journal of International Students, 11(3), 612–630.
- Dewi, R. K. (2023). Hubungan antara stres akademik dan prestasi belajar mahasiswa perantau. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 12(2), 145–158.
- Febrianti, D. (2024). Peran dukungan keluarga jarak jauh terhadap penyesuaian diri mahasiswa rantau tahun pertama. Gadjah Mada Journal of Psychology, 10(1), 78–94.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Statistik Pendidikan Tinggi 2023. Kemendikbudristek.
- Saputra, A. (2023). Culture shock dan strategi adaptasi mahasiswa Papua di perguruan tinggi Jawa. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(1), 112–125.
- Sun, J., He, X., & Li, L. (2020). Homesickness and the risk of dropout among university students: A longitudinal study. Journal of American College Health, 68(6), 589–596.
- Thurber, C. A., & Walton, E. A. (2019). Homesickness and adjustment in university students. Journal of American College Health, 60(5), 415–419.
- Wijaya, B. (2022). Dukungan sosial teman sebaya dan penurunan homesickness pada mahasiswa perantau. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(2), 201–215.
- Zhang, M., & Zhang, J. (2021). Cross-cultural adaptation and its impact on the psychological well-being of international students: A systematic review. Frontiers in Psychology, 12, 1–12.