Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA 2 KOTA JAMBI

Abstract

Latar belakang: Perkembangan motorik kasar merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah karena berperan dalam menunjang aktivitas fisik, kemandirian, serta kesiapan belajar. Anak usia 5 tahun berada pada periode kritis perkembangan motorik, sehingga diperlukan pemantauan perkembangan secara dini untuk mendeteksi kemungkinan keterlambatan. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk menilai perkembangan anak, termasuk aspek motorik kasar.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan motorik kasar pada anak usia 5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 36 anak usia 5 tahun. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20-26 November 2025 menggunakan instrumen KPSP. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada pada kategori perkembangan motorik kasar sesuai, yaitu sebanyak 25 anak (69,4%). Sebanyak 8 anak (22,2%) berada pada kategori perkembangan meragukan, dan 3 anak (8,3%) berada pada kategori kemungkinan ada penyimpangan.

Kesimpulan: Sebagian besar anak usia 5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi memiliki perkembangan motorik kasar yang sesuai dengan tahap usianya. Namun, masih terdapat anak dengan perkembangan meragukan dan kemungkinan ada penyimpangan.

Keywords

perkembangan motorik kasar; anak usia 5 tahun; KPSP

pdf

References

  1. Adolph, K. E., & Hoch, J. E. (2021). Motor development: Embodied, embedded, enculturated, and enabling. Annual Review of Psychology, 72, 141–164. h
  2. Aye, T., Hlaing, S. S., Win, K. K., & Oo, N. M. (2020). Gross motor development among preschool children in Myanmar. Journal of Child Health, 14(2), 85–92.
  3. Gallahue, D. L., Ozmun, J. C., & Goodway, J. D. (2019). Understanding motor development: Infants, children, adolescents, adults (8th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak (SDIDTK). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  5. Logan, S. W., Webster, E. K., Getchell, N., Pfeiffer, K. A., & Robinson, L. E. (2021). Relationship between fundamental motor skill competence and physical activity during childhood and adolescence: A systematic review and meta-analysis. Sports Medicine, 51(2), 223–241. https://doi.org/10.1007/s40279-020-01387-4
  6. Novianti, R., & Maria, I. (2023). Hubungan stimulasi lingkungan dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 17(1), 45–54.
  7. Pratiwi, N. L., Hidayat, A., & Lestari, Y. (2022). Pemanfaatan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dalam deteksi dini perkembangan anak usia prasekolah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 210–217.
  8. Puspitasari, D., & Handayani, S. (2022). Gambaran perkembangan motorik kasar anak usia 4–6 tahun berdasarkan KPSP. Jurnal Keperawatan Anak, 10(2), 98–105.
  9. Sari, D. P., & Rahmawati, A. (2020). Perkembangan motorik kasar pada anak usia prasekolah. Jurnal Keperawatan Anak, 8(1), 45–52.
  10. Widiana, W., Rudsiyani, I., & Kusumawardani, R. (2021). Penggunaan gawai terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 120–128.
  11. World Health Organization. (2020). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. Geneva: World Health Organization.

Similar Articles

31-40 of 195

You may also start an advanced similarity search for this article.