PERBEDAAN MASSA OTOT KOMUNITAS GYM BERDASARKAN KONSUMSI PROTEIN DARI MAKANAN ALAMI DAN SUPLEMEN DI MUSLIMAH GYM FITNESS KOTA GORONTALO
Abstract
Massa otot merupakan salah satu komponen utama tubuh berperan penting mendukung aktivitas fisik, metabolisme, dan kesehatan secara keseluruhan. Protein berfungsi sebagai bahan utama untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan otot, dapat diperoleh dari sumber alami maupun suplemen. Rumusan masalah adalah apakah ada perbedaan massa otot pada komunitas gym berdasarkan konsumsi protein dari makanan alami dan kombinasi protein makanan alami dan suplemen. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan massa otot komunitas gym berdasarkan konsumsi protein dari makanan alami dan suplemen di Muslimah Gym Fitness Kota Gorontalo. Desain penelitian menggunakan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 76 responden yang dipilih secara simple random sampling. Massa otot diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), protein alami dikumpulkan melalui Food Record 7x24 jam, dan konsumsi protein suplemen melalui kuesioner konsumsi suplemen. Data dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney U (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa otot pada komunitas gym yang mengonsumsi protein dari makanan alami didominasi oleh kategori cukup (41,4%), serta komunitas gym yang mengonsumsi kombinasi protein makanan alami dan suplemen mayoritas juga berada pada kategori cukup (44,7%). Hasil analisis data menunjukkan (p=0,004<0.05) Ada perbedaan massa otot pada komunitas gym yang mengonsumsi protein dari makanan alami dan kombinasi protein dari makanan alami dan suplemen di Muslimah Gym Fitness Kota Gorontalo Disarankan bagi komunitas gym untuk selalu memenuhi kebutuhan protein harian dari makanan alami dan keseimbangan penggunaan protein suplemen untuk aktivitas latihan beban secara rutin.
Keywords
Komunitas Gym, Massa Otot, Protein Makanan Alami, Suplemen
Author Biography
Utami Shinta Mohamad
Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
Sunarto Kadir
Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
Tri Septian Maksum
Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
References
- Carbone, J. W., & Pasiakos, S. M. (2019). Dietary protein and muscle mass: Translating science to application and health benefit. Nutrients, 11(5), 1–13. https://doi.org/10.3390/nu11051136
- Hamidah, S., Sartono, A., & Kusuma, H. S. (2017). Perbedaan Pola Konsumsi Bahan Makanan Sumber Protein di Daerah Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Jurnal Gizi , 6(1), 21–28.
- Morton, R. W., Murphy, K. T., Mckellar, S. R., Schoenfeld, B. J., Henselmans, M., Helms, E., Aragon, A. A., Devries, M. C., Banfield, L., Krieger, J. W., & Phillips, S. M. (2018). A systematic review, meta-analysis and meta-regression of the effect of protein supplementation on resistance training-induced gains in muscle mass and strength in healthy adults. British Journal of Sports Medicine, 52(6), 376–384. https://doi.org/10.1136/bjsports-2017-097608
- Phillips, S. M., & van Loon, L. J. C. (2011). Dietary protein for athletes: From requirements to optimum adaptation. Journal of Sports Sciences, 29(SUPPL. 1). https://doi.org/10.1080/02640414.2011.619204
- Poole, C., Wilborn, C., Taylor, L., & Kerksick, C. (2010). The role of post-exercise nutrient administration on muscle protein synthesis and glycogen synthesis. Journal of Sports Science and Medicine, 9(3), 354–363.
- Putra, W. S. (2015). Pengaruh Latihan Beban Dengan Metode Pyramide System Terhadap Massa Otot Dada Member Fitness “Pesona Merapy Gym. http://repository.unp.ac.id/45289/
- Rahmarani Putri, H., Yudi Fitranti, D., & Probosari, E. (2022). Hubungan Asupan Protein dan Konsumsi Suplemen dengan Massa Otot pada Member Fitness Center di Semarang. Eesti NSV Teaduste Akadeemia Toimetised. Keemia. Geoloogia, 23(4), 307. https://doi.org/10.3176/chem.geol.1974.4.04
- Rofidah, K., Kesehatan, M., Dalam, D., Sehat, D. M., Tinggi, B., Putriana, N., Gita, A., Roqimah, C., Dyah, L., & Arini, D. (2024). Membangun Kesehatan Dari Dalam Dengan Menu Sehat Berprotein Tinggi. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 2(3), 06–19. https://prin.or.id/index.php/jig/article/view/2933
- Sa’ada, C. pino noor. (2022). Gambaran Kepatuhan Penerapan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Pada Pria Yang Melakukan Aktivitas Pembentukan Otot Selama Pandemi Covid-19 Di My Gym Kota Palembang. In Skripsi.
- Schoenfeld, B. J., & Aragon, A. (2013). Protein timing revisited: is there a post-exercise anabolic window? Journal of the International Society of Sports Nutrition.
- Stuart, M. P. (2016). The impact of protein quality on the promotion of resistance exercise-induced changes in muscle mass. Nutr Metab (Lond). https://doi.org/10.1186/s12986-016-0124-8
- Tambing, A., Engka, J. N. A., & Wungouw, H. I. S. (2020). Pengaruh Intensitas Latihan Beban terhadap Massa Otot. EBinomedik, 8(1), 1–10. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/ebiomedik
- Tipton, K. D., Elliott, T. A., Cree, M. G., Wolf, S. E., Sanford, A. P., & Wolfe, R. R. (2004). Ingestion of casein and whey prosteins result in muscle anabolism after resistance exercise. Medicine and Science in Sports and Exercise, 36(12), 2073–2081. https://doi.org/10.1249/01.MSS.0000147582.99810.C5
- Tipton, K. D., & Wolfe, R. R. (2001). Nutrition and athletic performance: protein timing and composition—does it matter? Journal of Sports Sciences.
- Wihelmina, M., Afriani, Y., & Yuliati, E. (2023). Hubungan Konsumsi Suplemen Protein Dengan Massa Otot Pada Anggota Lembah Fitness Centre Tajem, Yogyakarta. Journal of Nutrition College, 12(3), 254–259. https://doi.org/10.14710/jnc.v12i3.37720
- Wolfe, R. R. (2006). Skeletal muscle protein metabolism and resistance exercise. Journal of Nutrition, 136(2), 525S-528S. https://doi.org/10.1093/jn/136.2.525s
- Zhulian, A. R. (2024). Hubungan Asupan Protein dan Konsumsi Suplemen Whey Protein Dengan Massa Otot pada Anggota Fitness Axel GYM Purwokerto [Universitas Jenderal Soedirman]. https://repository.unsoed.ac.id/28864/