Vol. 24 No. 12 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

IMPLIKASI UTANG PUBLIK TERHADAP PERTUMBUHAN HIJAU: EVALUASI KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Wulan Kusuma Wardani
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Hilbra Akbar Ramadhan
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Muhammad Koswara
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Anas Malik
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published 2025-11-15

Keywords

  • Utang publik; Fiskal hijau; Green sukuk; TKBI; Pertumbuhan hijau

How to Cite

IMPLIKASI UTANG PUBLIK TERHADAP PERTUMBUHAN HIJAU: EVALUASI KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 24(12), 1541-1550. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/1528

Abstract

Penelitian ini mengkaji implikasi utang publik terhadap pertumbuhan hijau di Indonesia dengan menganalisis dinamika utang, kebijakan fiskal hijau, dan instrumen pembiayaan berkelanjutan. Peningkatan utang pascapandemi menopang stabilitas ekonomi, tetapi mempersempit ruang fiskal akibat tingginya beban bunga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa instrumen seperti green sukuk berkontribusi pada pengurangan emisi dan rehabilitasi lingkungan, sementara Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) memperkuat arah pembiayaan hijau. Namun, tantangan struktural seperti ketergantungan energi fosil, kapasitas fiskal yang terbatas, dan belum optimalnya integrasi kebijakan fiskal hijau masih menghambat percepatan transisi ekonomi hijau. Secara keseluruhan, utang publik berpotensi menjadi katalis pembangunan rendah karbon apabila didukung reformasi fiskal dan perluasan instrumen pembiayaan hijau.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Ammar, Z., Yeni, M. I., Diskhamarzaweny, S., Andriani, R., & Emri, Y. (2024). Ekonomi Hijau Sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia : Literatur Review. 1, 1–12. https://doi.org/10.36378/khitmah.v6i1.4050
  2. Anwar, M. (2022). Green Economy Sebagai Strategi Dalam Menangani Masalah Ekonomi Dan Multilateral. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), 4(15), 343–356. https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1s.1905
  3. Arkaan, A. B., & Yulianto, H. (2025). Tinjauan kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi review of fiscal policy and economic growth. Jurnal Intelek Cendikia, 2(2), 4196–4207.
  4. Bachtiar, H. F., Sofilda, E., & Kusumastuti, S. Y. (2015). Pembayaran Bunga Utang , Dan Subsidi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 1999-2013. Seminar Nasional Cendekiawan 2015, 682–688.
  5. Gibbs, D. (2024). Green growth (pp. 34–50). Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781789904833.00011
  6. Greace Havana Tamba, Tarigan, G., Simanjuntak, H. I., Br Siahaan, V. T., Hamonangan Siallagan, & Christnova Hasugian. (2024). Analisis Pengaruh Pembiayaan Surat Berharga Negara (SBN) Terhadap Tingkat Kemiskinan Indonesia: Masa Normal Dan Masa Pandemi Covid-19 (2020-2023). JRAK (Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis), 10(1), 151–160. https://doi.org/10.38204/jrak.v10i1.1813
  7. Hafizd, J. Z., Janwari, Y., & Al-Hakim, S. (2024). Kebijakan Fiskal di Indonesia: Analisis Hukum Keadilan Ekonomi dan Implikasi bagi Pembangunan Berkelanjutan. IQTISHOD: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Ekonomi Syariah, 3(2), 146–167. https://doi.org/https://doi.org/10.69768/ji.v3i2.58
  8. Judijanto, L., & Muthalib, D. A. (2025). The Role of Green Fiscal Policy in Supporting Green Governance and Green Economic Development. Journal of Islamic Economy, 2(2), 45–52. https://doi.org/10.62872/seqntv12
  9. Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Kajian Cepat Pemetaan Kebijakan & Anggaran Pembangunan Rendah Karbon.
  10. Limanseto, H. (2021). Refocusing Anggaran dan Inovasi Pemerintah Daerah untuk Minimalisir Dampak Pandemi Covid-19. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. https://ekon.go.id/publikasi/detail/3262/refocusing-anggaran-dan-inovasi-pemerintah-daerah-untuk-minimalisir-dampak-pandemi-covid-19
  11. Nelson, R. M. (2013). Sovereign Debt in Advanced Economies: Overview and Issues for Congress. https://www.hsdl.org/?view&did=702006
  12. Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia. In Otoritas Jasa Keuangan. www.ojk.go.id
  13. Pangestoeti, W. (2025). Kebijakan Fiskal dan Pengelolaan Utang Publik: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(1), 633–640. https://doi.org/https://doi.org/10.54923/researchreview.v4i1.200
  14. Putra, E., Nusamuda Pratama, I., Dinar Sulistiya Ningrum, S., Lestari, N., Ari Azhari, M., Aslan, M., Putra Sarkila, A., & Kartika, P. (2025). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FISKAL HIJAU DALAM ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA NEGARA: PELUANG DAN TANTANGAN UNTUK TRANSISI EKONOMI BERKELANJUTAN DI INDONESIA Implementation of Green Fiscal Policy in The State Revenue Budget: Opportunities and Challenges for A Sus. Nusantara Hasana Journal, 4(9), 39–51. https://doi.org/https://doi.org/10.59003/nhj.v4i9.1316
  15. Zainul Bahri, SE and Aprilianti, DR Vinni and SSTP, M. and others. (2023). Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan Pemahaman Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Neoklasik, Islam, Green Economy, dan Blue Economy. Nas Media Pustaka.