Published 2025-11-11
Keywords
- Otonomi Daerah, dan Pertumbuhan Ekonomi
How to Cite
Abstract
Dalam sistem desentralisasi di Indonesia, otonomi daerah merupakan strategi kebijakan yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengalokasikan sumber dayanya, merumuskan kebijakan, dan melaksanakan program pembangunan sesuai karakteristik lokal. Studi ini menganalisis pengaruh implementasi otonomi daerah tentang perluasan ekonomi Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 sampai dengan tahun 202, yang merupakan periode pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini memanfaatkan data utama dari publikasi BPS serta literatur ilmiah terkait tata kelola publik dan desentralisasi fiskal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dari 3,32% pada 2021 menjadi 5,31% pada 2022, diikuti stabilitas sekitar 5,07% pada 2023, dan penurunan ke 4,95% pada 2024. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan otonomi daerah mampu mendukung pemulihan ekonomi, meskipun terdapat tantangan berupa kapasitas fiskal, kualitas sumber daya manusia aparatur, dan efektivitas tata kelola. Secara keseluruhan, otonomi daerah terbukti berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, namun keberlanjutan keberhasilannya membutuhkan peningkatan kapasitas kelembagaan, integrasi kebijakan, dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Downloads
References
- Ahmad, Ehtisham, and Mohammed Mabrouk. 2021. “Decentralization and Economic Growth: The Case of Indonesia’s Regional Autonomy.” Journal of Regional Studies 41(1):45–60. doi:10.1080/00343404.2021.1915862.
- Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2021. “Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2021.” Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2022. “Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2022.” Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2024. “Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2024.” Bowen, Glenn A. 2009. “Document Analysis as a Qualitative Research Method.” Qualitative
- Research Journal 9(2):27–40. doi:10.3316/QRJ0902027.
- BPS Jateng. 2023. “Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2023.” Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah 1006.
- Faguet, Jean-Paul. 2004. “Does Decentralization Increase Government Responsiveness to Local Needs? Evidence from Bolivia.” Journal of Public Economics 88(3–4):867–93. doi:10.1016/S0047-2727(02)00189-X.
- Flick, Uwe. 2018. An Introduction to Qualitative Research. 6th ed. SAGE Publications.
- Hem, Ronel, and Jannie Liebenberg. 2024. “Qualitative Description: A Practical Approach for Research in Social Sciences.” International Journal of Qualitative Methods 23:1–10. doi:10.1177/16094069241242264.
- Kasidi, A., and N. Fitri. 2024. “Fiscal Independence and Regional Disparities in Indonesia.”
- Journal of Fiscal Policy.
- Kasidi, Darwin, and Husnul Fitri. 2024. “Spatial Analysis of Regency City Minimum Wage, Labor Force, Regional Original Income and Investment Affecting Gross Regional Domestic Product in Central Java Province in 2022.” JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) 10(4):358. doi:10.29210/020244689.
- Mulyadi, Eko, and Joko Kusuma. 2020. “Pengaruh Otonomi Fiskal Dan Investasi Daerah
- Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Di Indonesia.” Jurnal Ekonomi & Pembangunan
- 28(2):85–98.
- Neergaard, Mette A., Frede Olesen, Rikke S. Andersen, and Jens Sondergaard. 2009.
- “Qualitative Description–the Poor Cousin of Health Research?” BMC Medical Research Methodology 9(1):52. doi:10.1186/1471-2288-9-52.
- Putra, Dedi, and Rina Marlina. 2021. “Fiskal Daerah Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Era Desentralisasi: Analisis Provinsi Indonesia.” Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan 14(2):103–18. doi:10.20885/jekt.vol14.iss2.art4.
- Radjak, Darwin Abd, Susi Ratnawati, and Abd. Rohman. 2025. “Analysis of The Formation of Autonomous Regions to Improve Local Government Efficiency in Public Services.” INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE AND EDUCATION RESEARCH STUDIES 05(08). doi:10.55677/ijssers/v05i08y2025-01.
- Rodr’iguez-Pose, Andrés, and Nick Gill. 2005. “On the ‘Economic Dividend’ of Devolution.”
- Regional Studies 39(4):405–20. doi:10.1080/00343400500159341.
- Sinaga, Fredrico Markus Rotua, and Ratih Damayanti. 2025. “Implementation of Regional Autonomy Law in Line with Local Culture.” Jurnal Hukum Indonesia 4(2):95–102. doi:10.58344/jhi.v4i2.1685.
- Sun, Xia, and Yuan Wang. 2022. “Fiscal Decentralization and Regional Economic Growth: Evidence from China.” Economic Modelling 110:105–15.
- doi:10.1016/j.econmod.2022.105828.
- Sunardi, Sunardi, Ahmad Nur Syafiq, and Trias Hernanda. 2024. “Implementasi
- Penyelenggaraan Otonomi Daerah Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.” Jurnal De Jure Muhammadiyah Cirebon 8(2):59–71. doi:10.32534/djmc.v8i2.6810.
- Supriatna, Tjahya. 2022. “Perspektif Otonomi Daerah Dalam Desentralisasi.” Jurnal Wahana Bina Pemerintahan 3(1):111–23. doi:10.55745/jwbp.v3i1.27.
- Sutaryo, Hadi, and Dinar Puspitasari. 2019. “Desentralisasi Fiskal, Kualitas Institusi Dan
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Studi Panel Provinsi Di Indonesia.” Jurnal Akuntabilitas & Keuangan Publik 7(1):19–33. doi:10.20885/akuntabilitas.vol7.iss1.art2.
- Tengah, B. P. S. Provinsi Jawa. 2022. “Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah 2021.” https://jateng.bps.go.id.
- Tengah, B. P. S. Provinsi Jawa. 2023. “Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah 2022.” https://jateng.bps.go.id.
- Wijaya, Mulyono, and Yulia Rahmawati. 2022. “Investasi Lokal, Otonomi Daerah Dan Pertumbuhan Ekonomi: Studi Empiris Provinsi Di Indonesia.” Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik 12(3):45–60.
- Yapputro, Pascal Amadeo. 2023. “Regional Autonomy in the Context of Regional Regulations.” doi:10.59888/ajosh.v1i09.37.