Vol. 24 No. 11 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA

Muhammad Hasan Basri Nasution
Universitas Muhammadyah Sumatera Utara

Published 2025-10-05

Keywords

  • Community empowerment, religious education, character, independence, social development,
  • Pemberdayaan masyarakat, pendidikan agama, karakter, kemandirian,pembangunan sosial.

How to Cite

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 24(11), 141-150. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/272

Abstract

Community empowerment is an essential aspect of improving the quality of life and social independence. Religious education, on the other hand, plays a strategic role in shaping the character, morality, and spirituality of society. The integration between community empowerment and religious education is a key factor in creating a more empowered, ethical, and civilized social order. This article aims to analyze the relationship between community empowerment and the improvement of religious education quality through a qualitative approach based on literature studies. The findings indicate that high-quality religious education can strengthen community empowerment processes by reinforcing spiritual, social, and practical skills rooted in local wisdom. Conversely, community empowerment supports the creation of a conducive environment for the implementation of religious education values in daily life. In conclusion, synergy between educational institutions, religious leaders, and the government is necessary to develop community empowerment programs based on religious education, enabling them to address the challenges of globalization and the digital era.

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian sosial. Pendidikan agama, di sisi lain, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moralitas, dan spiritualitas masyarakat. Integrasi antara pemberdayaan masyarakat dan pendidikan agama menjadi kunci dalam menciptakan tatanan sosial yang lebih berdaya, beretika, dan berkeadaban. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberdayaan masyarakat dengan peningkatan kualitas pendidikan agama melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama yang berkualitas dapat memperkuat proses pemberdayaan masyarakat melalui penguatan nilai spiritual, sosial, serta keterampilan praktis yang berbasis pada kearifan lokal. Sebaliknya, proses pemberdayaan masyarakat mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi implementasi nilai-nilai pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, diperlukan sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan agama agar mampu menjawab tantangan globalisasi dan era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Ali, H. (2021). Penguatan nilai agama dalam pemberdayaan umat. Jakarta: RajaGrafindo.
  2. Creswell, J. W. (2020). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. California: SAGE Publications.
  3. Fauzi, A. (2022). Peran pendidikan agama dalam pembentukan karakter. Yogyakarta: Deepublish.
  4. Hidayat, Z. (2025). Pendidikan agama di era digital. Jakarta: Kencana.
  5. Kurniawan, D. (2023). Model integrasi pendidikan agama dan kewirausahaan. Jakarta: Rajawali Pers.
  6. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2019). Qualitative data analysis. London: SAGE Publications.
  7. Moleong, L. J. (2020). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  8. Nasution, S. (2021). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Bandung: Tarsito.
  9. Nurhayati, S. (2023). Pendidikan agama dan pembangunan karakter. Bandung: Alfabeta.
  10. Pratama, Y. (2025). Pendidikan agama berbasis kearifan lokal. Semarang: Unnes Press.
  11. Rahman, T. (2022). Pendidikan Islam dan moralitas bangsa. Malang: UMM Press.
  12. Siregar, A. (2024). Strategi pemberdayaan berbasis pesantren. Medan: USU Press.
  13. Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  14. Syamsuddin, M. (2022). Globalisasi dan tantangan pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  15. Zulkifli, I. (2024). Pemberdayaan masyarakat Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.