Published 2025-12-10
Keywords
- Pemberdayaan Masyarakat,
- Pojok Baca,
- Literasi
How to Cite
Abstract
Pojok baca merupakan fasilitas literasi yang ditempatkan di sudut ruangan dengan koleksi bacaan yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca. Sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan, pojok baca menyediakan akses cepat dan mudah terhadap berbagai bahan bacaan, baik pelajaran maupun nonpelajaran, sehingga mampu mendekatkan peserta didik dengan sumber informasi. Program ini juga menjadi bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan membangun kebiasaan membaca di lingkungan kelas. Berbeda dari perpustakaan formal, pojok baca bersifat lebih personal, dekat dengan siswa, dan memungkinkan pembelajaran mandiri maupun kelompok. Di wilayah pedesaan, keberadaan pojok baca memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan literasi masyarakat, terutama di tengah keterbatasan sarana pendidikan. Pojok baca berfungsi sebagai ruang belajar alternatif yang memperluas akses informasi, mendorong budaya membaca, serta memperkuat interaksi sosial melalui berbagai kegiatan literasi. Selain itu, pojok baca juga merupakan bentuk pendidikan nonformal yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar secara fleksibel sesuai kebutuhan. Dengan demikian, pojok baca memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan masyarakat, khususnya di lingkungan pedesaan.
Downloads
References
- https://kallainstitute.ac.id/rendahnya-minat-literasi-di-indonesia/
- Rizkayanti, Yazida, and Yusril Yusuf. "Optimization of the temperature synthesis of hydroxyapatite from Indonesian crab shells." International Journal of Nanoelectronics and Materials 12.1 (2019): 85-92.
- Zakiyyah, Intan. "Learning Management of Islamic Religious Education Based on Digital Technology." 2024 12th International Conference on Cyber and IT Service Management (CITSM). IEEE, 2024.