PEMAHAMAN QARDH DALAM PERBANKAN SYARIAH: KONSEP DAN KEDUDUKAN AKAD QARDH, RUKUN, SYARAT, DAN CONTOH KASUS PENERAPANNYA DALAM PERBANKAN SYARIAH
Published 2025-11-01
Keywords
- Qardh, perbankan syariah, rukun dan syarat qardh, qardh hasanah.,
- Qardh, Islamic banking, pillars and conditions of qardh, qardh hasanah.
How to Cite
Abstract
Qardh adalah akad pinjaman tanpa imbalan atau bunga berdasarkan prinsip saling tolong-menolong (ta'āwun) antar sesama umat Islam. Landasan hukumnya bersumber dari Al-Qur'an, termasuk dalam Surat Al-Baqarah ayat 245 dan 280, yang menekankan anjuran untuk memberikan pinjaman dengan cara yang baik dan memberikan keringanan bagi yang sedang kesulitan. Rukun Qardh terdiri dari pihak yang meminjamkan (muqridh), pihak yang meminjam (muqtaridh), objek pinjaman (al-ma'qud 'alaih), dan pernyataan ijab qabul (ijab qabul). Sementara itu, syarat sahnya akad tersebut meliputi kejelasan objek pinjaman, kesediaan para pihak, dan kemampuan peminjam untuk mengembalikannya. Dalam praktik perbankan Islam, Qardh Hasanah diimplementasikan sebagai bentuk pinjaman amal tanpa bunga yang bersumber dari modal bank atau dana sosial. Salah satu contohnya adalah pinjaman pendidikan yang diberikan oleh bank syariah kepada nasabah tanpa bunga tambahan, dengan tujuan membantu kebutuhan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Qardh memainkan peran penting sebagai instrumen sosial dan spiritual yang memperkuat sistem keuangan syariah yang adil dan berbasis solidaritas.
Qardh is a loan contract without compensation or interest based on the principle of mutual assistance (ta'āwun) among fellow Muslims. Its legal basis is derived from the Qur'an, including in Surah Al-Baqarah verses 245 and 280, which emphasizes the recommendation to provide loans in a good manner and provide relief for those in difficulty. The pillars of Qardh consist of the lender (muqridh), the borrower (muqtaridh), the object of the loan (al-ma'qud 'alaih), and the statement of acceptance and repayment (ijab qabul). Meanwhile, the conditions for the validity of the contract include clarity of the object of the loan, the willingness of the parties, and the borrower's ability to repay it. In Islamic banking practice, Qardh Hasanah is implemented as a form of interest-free charitable loan sourced from bank capital or social funds. One example is educational loans provided by Islamic banks to customers without additional interest, with the aim of helping social needs and improving community welfare. Thus, Qardh plays an important role as a social and spiritual instrument that strengthens a just and solidarity-based Islamic financial system.
Downloads
References
- lfandi, A. (2024). Analisis akad qardh terhadap sistem arisan Manurung di Kelurahan Lalebata Kecamatan Pancarijang Kabupaten Sidrap (Doctoral dissertation, IAIN Parepare).
- Antonio, M. S. I. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Jakarta: Gema Insani.
- Ascarya. (2007). Akad dan produk bank syariah. Jakarta: Rajawali Pers.
- Ascarya. (2008). Akad dan produk bank syariah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
- Bank Muamalat Indonesia. (2022). Annual report 2022.
- Bank Syariah Indonesia. (2023). Annual report 2023.
- Chapra, M. U. (1992). Islam and the economic challenge. Leicester: The Islamic Foundation.
- Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2001). Fatwa No. 19/DSN-MUI/IV/2001 tentang Qardh.
- Dusuki, A. W., & Abdullah, N. I. (2007). Maqasid al-Shariah, maslahah, and corporate social responsibility. The American Journal of Islamic Social Sciences, 24(1), 25–45.
- Huda, N. (2025). Rukun dan syarat sahnya akad qardh dalam Islam: Panduan komprehensif.
- Saeed, A. (1996). Islamic banking and interest: A study of the prohibition of riba and its contemporary interpretation. Leiden: Brill.
- Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.