Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH PENDUDUK, UPAH MINIMUM, PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI

Resty Dwi Fitri
Universitas Jambi
Junaidi
Universitas Jambi
Parmadi
Universitas Jambi

Published 2025-12-11

Keywords

  • Kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, upah minimum, pendidikan, pengangguran.

How to Cite

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH PENDUDUK, UPAH MINIMUM, PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 1641-1650. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/3422

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi yang menjadi salah satu permasalahan mendasar dalam pembangunan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2004–2023), tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi cenderung fluktuatif dan menunjukkan kesenjangan antarwilayah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa faktor-faktor ekonomi dan sosial seperti pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, upah minimum, pendidikan, serta tingkat pengangguran memiliki kontribusi penting dalam memengaruhi dinamika kemiskinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kelima variabel tersebut serta menguji pengaruhnya terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi selama periode 2004–2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun variabel yang diteliti meliputi pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, upah minimum, pendidikan (rata-rata lama sekolah), tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi dan pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi. Sementara itu, variabel jumlah penduduk dan tingkat pengangguran berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Berbeda dengan dua variabel tersebut, upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan selama periode penelitian. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam model terbukti berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan kemiskinan. Sebaliknya, tingginya laju pertumbuhan penduduk dan pengangguran menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian dalam perumusan kebijakan penanggulangan kemiskinan di daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Amelia, R., & Devanto, P. (2025). Pengaruh pendidikan terhadap kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(2), 112–124.
  2. Ardian, D. (2021). Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 12(1), 45–56.
  3. Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
  4. Badan Pusat Statistik. (2004–2023). Publikasi Statistik Indonesia. https://www.bps.go.id
  5. Chen, L. (2024). Economic growth and poverty reduction in Southeast Asia. Asian Development Review, 41(3), 85–102.
  6. Feriyanto, N., Prayoga, A., & Ramadhan, L. (2020). Unemployment and poverty in developing regions: Evidence from Indonesia. Journal of Regional Development, 7(2), 55–66.
  7. Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS.
  8. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Kementerian Sosial RI. (2023). Laporan tahunan Program Keluarga Harapan. Kementerian Sosial Republik Indonesia.
  9. Liu, H., Zhang, W., & Li, J. (2023). Minimum wage and household economic vulnerability in China. China Economic Review, 78, 101–115.
  10. Malentang, F., Paulus, V., & Mandei, F. (2022). Hubungan pendidikan dan kemiskinan di Kota Manado. Jurnal Pembangunan Daerah, 9(1), 33–42.
  11. Martua, R., & Hermanto, B. (2024). Analisis pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Pulau Sumatera. Jurnal Ekonomi Wilayah, 15(1), 22–34.
  12. Mayang, S., & Umi, K. (2021). Pengaruh jumlah penduduk terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Riau. Jurnal Sosial Ekonomi, 11(2), 77–89.
  13. Sari, R. (2018). Dampak pembukaan lahan perkebunan terhadap masyarakat adat di Sumatera. Sumatera Utara University Press.
  14. Sari, W. (2021). Pengaruh upah minimum dan jumlah penduduk terhadap kemiskinan di Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi & Pembangunan Indonesia, 21(2), 141–152.
  15. Sembiring, A., Putra, M., & Dewi, F. (2023). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 17(3), 201–214.
  16. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  17. Suliswanto, J. (2010). Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(2), 131–140.
  18. Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.).
  19. Pearson. World Bank. (2023). World development report 2023: Poverty and shared prosperity. The World Bank. https://www.worldbank.org
  20. Zhang, Y., & Li, Q. (2023). Minimum wage policy and socioeconomic inequality in developing regions. International Journal of Economic Policy, 19(4), 255–270.
  21. Yulita, O. (2020). Peran Sungai Batanghari terhadap perekonomian Kesultanan Melayu Jambi. Jurnal Keislaman dan Peradaban, 14(1), 97–108. https://doi.org/10.15548/hadharah