Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PERAN DAN KEDUDUKAN BAITUL MAL DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIK ISLAM KLASIK

Akhdan Mumtaz Syahbana
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
Muhammad Aufan Abdulazis
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
Sajid Ahmad Al Ghifari
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
Muhammad Faiz Andreaz Fawwaz, S.E., M.A
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published 2025-12-17

Keywords

  • Baitul Mal,
  • Keuangan Publik Islam,
  • Keadilan Distributif,
  • Maqashid Al-Shariah,
  • Tata Kelola Yang Baik

How to Cite

PERAN DAN KEDUDUKAN BAITUL MAL DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIK ISLAM KLASIK. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 3351-3360. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/4036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep, struktur, dan relevansi Baitul Mal sebagai lembaga keuangan publik dalam sistem ekonomi Islam klasik dan modern. Baitul Mal memiliki peran sentral dalam mengelola keuangan umat dengan prinsip keadilan, amanah, dan kemaslahatan. Sejak masa Rasulullah SAW hingga era modern, lembaga ini menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk kitab klasik, literatur ekonomi Islam, dan hasil penelitian terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa Baitul Mal tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan harta publik, tetapi juga sebagai instrumen redistribusi kekayaan yang berorientasi pada kesejahteraan sosial dan keadilan distributif. Dalam konteks modern, prinsipprinsip Baitul Mal masih relevan diterapkan dalam lembaga seperti BAZNAS, LAZ, dan BMT melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola syariah. Temuan ini menegaskan bahwa Baitul Mal merupakan model kelembagaan ekonomi Islam yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Ahmad, S., & Harahap, R. (n.d.). Peran Baitul Mal Wa Tamwil ( Bmt ) Dalam Pengembangan Ekonomi Uma t.
  2. Baitul, P., & Langsa, M. (2022). and Infaq to Improve Community Empowerment. 11(1), 250–261.
  3. https://doi.org/10.31289/perspektif.v11i1.5505
  4. Bisnis, F. E. (2020). Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam , 6 ( 02 ), 2020 , 330-338 Paradigma Konsep Teori dan Praktek Baitul Mal dalam Prespektif Sistem Ekonomi Islam. 6(02), 330–338.
  5. Ekonomi, J., Vol, K. S., Page, J., Issn, O., & Issn, P. (n.d.). No Title. 4(1), 75–95.
  6. Humarisi, Z., Besar, A. A., Aceh, P., Studi, P., & Pemerintahan, A. (n.d.). Akuntabilitas baitul mal dalam pengelolaan zakat untuk mengentaskan masalah kemiskinan di kabupaten aceh besar provinsi aceh. 1–11.
  7. Marhayati, N., Bengkulu, I., Dermawan, A., Sunan, U. I. N., & Yogyakarta, K. (n.d.). No Title.
  8. Muqsith, A. (2025). Perkembangan Baitul Maal pada Masa Rasulullah hingga Era Modern. 3(2), 93–100.
  9. https://doi.org/10.59996/al-fiqh.v3i2.767 No Title. (n.d.).
  10. Nurwahidah, D., Janwari, Y., Al-hakim, S., & Marliana, N. A. (2025). Analisis Komparatif dan Implementasi Kebijakan Fiskal pada Negara Indonesia dan Arab Saudi Perspektif Ekonomi Islam. 4(3), 522–536. https://doi.org/10.55123/mamen.v4i3.5759
  11. Pertiwi, R. S., & Muhammad, M. (2020). No Title. 6(1).
  12. Saleh, M. (1840). BAITUL MAL ( Sejarah Perkembangan dan Konteknya ke-Indonesiaan ). 1–24.
  13. Sofiastuti, N., & Samsuri, A. (2024). ANALISIS FUNGSI BAITUL MAL SEBAGAI PERBENDAHARAAN NEGARA ( Studi Pemikiran Abdul Qadim Zallum ). 1(2), 262–272.
  14. Solekha, Y. A., Syariah, J. A., Ekonomi, F., Pekalongan, I., Syariah, J. A., & Ekonomi, F. (2021). Baitul Maal Wa Tamwil sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah Pemberdaya Ekonomi Umat ( Konsep dan Teori ) dapat memenuhi kebutuhannya . Meminjam dana dari pihak manapun tanpa memikirkan telah dipinjamkan sebab berlandaskan atas time value of money . Dari tahun ke tahun sistem menurun . Banyak harapan supaya pemangku kekuasaan dapat cepat menangani kondisi kriteria penerima modal , sebab adanya kekhawatiran pihak lembaga keuangan jika terjadi Atas dasar itulah yang membuat pemerintah dan para pihak berpikir untuk dapat mendirikan sebuah lembaga yang bernaung dibawah lembaga keuangan mikro berprinsip 45 | A f n a n S o l e k h a , d k k ( 4 4 - 5 8 ). 1(1), 44–58.