Vol. 24 No. 11 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi
Articles

KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI PADA MASYARAKAT SUKU ANAK DALAM DI DESA BUKIT SUBAN KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI

Dita Artalia
Universitas Jambi
Bio
Heriberta Heriberta
Universitas Jambi
Bio
Parmadi Parmadi
Universitas Jambi
Bio

Published 2025-10-28

Keywords

  • Suku Anak Dalam,
  • Perubahan Sosial Ekonomi,
  • Analisis SWOT,
  • Pemberdayaan Masyarakat,
  • Masyarakat Adat,
  • Desa Bukit Suban
  • ...More
    Less

How to Cite

KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI PADA MASYARAKAT SUKU ANAK DALAM DI DESA BUKIT SUBAN KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 24(11), 1411-1420. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan sosial ekonomi mereka. Lokasi penelitian berada di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods), yaitu gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 63 responden serta wawancara mendalam dengan tokoh adat, aparatur desa, dan masyarakat SAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, masyarakat SAD mulai mengalami transformasi positif, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam pendidikan, layanan kesehatan, serta interaksi sosial dengan masyarakat luar. Dari sisi ekonomi, sebagian masyarakat telah memiliki lahan sendiri, menjalankan usaha tani dan kerajinan, meskipun masih terdapat ketergantungan pada pekerjaan informal dan hasil hutan. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam proses perubahan sosial ekonomi masyarakat SAD. Strategi pengembangan diarahkan pada penguatan potensi internal, pemanfaatan peluang eksternal, serta mitigasi terhadap kelemahan dan ancaman struktural. Temuan ini menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pemberdayaan masyarakat adat yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts?: Putting the First Last. Intermediate Technology.
  2. Dalyono, M. (2005). Psikologi Pendidikan. Rineka Cipta.
  3. Dove, M. R. (2005). Perubahan Sosial pada Masyarakat Adat: Studi Tentang Konflik Hak atas Hutan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.
  4. Hasanah, H., & Wardan, A. (2016). Pengaruh Pembangunan Infrastruktur terhadap Kondisi Ekonomi Suku Anak Dalam. Pustaka Alam.
  5. Jazali, A. (2023). Suku Anak Dalam: Pola Hidup dan Adaptasi terhadap Modernisasi. Gadjah Mada University Press.
  6. Kementerian Sosial RI. (2023). Laporan Tahunan Program Keluarga Harapan.
  7. Ridhwan, R., Fitri, L. E., & Indrawijaya, S. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Suku Anak Dalam (SAD) Desa Nyogan Melalui Diversifikasi Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kerajinan Tangan. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 4(3), 484–493. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/jkam.v4i3.11567
  8. Sari, R. (2018). Dampak Pembukaan Lahan Perkebunan Terhadap Masyarakat Adat di Sumatera. Sumatera Utara University Press.
  9. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  10. Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic Development (13th ed.). Pearson Education.
  11. Yulita, O. (2020). Peran Sungai Batanghari Terhadap Perekonomian Kesultanan Melayu Jambi. Jurnal Keislaman Dan Peradaban, 14(1), 97–108. https://doi.org/10.15548/hadharah