Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN DI BMT UGT NUSANTARA: STUDI KASUS PENANGANAN TUNGGAKAN PEMBAYARAN MELALUI PENDEKATAN SYARIAH DAN MITIGASI ADAPTIF

Helmi Muhammad
Universitas Islam Raden Rahmat Malang
Irawati
Universitas Islam Raden Rahmat Malang
Hilmi Nur Azizah
Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Published 2025-12-27

Keywords

  • Financing risk management,
  • BMT UGT Nusantara,
  • Sharia arrears,
  • Adaptive mitigation,
  • Non-performing financing (NPF),
  • Sharia microfinanc
  • ...More
    Less

How to Cite

MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN DI BMT UGT NUSANTARA: STUDI KASUS PENANGANAN TUNGGAKAN PEMBAYARAN MELALUI PENDEKATAN SYARIAH DAN MITIGASI ADAPTIF. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 5231-5240. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/4817

Abstract

This article examines financing risk management at BMT UGT Nusantara, focusing on handling arrears through sharia approaches and adaptive mitigation. The main challenge faced is the high level of arrears (non-performing financing/NPF) due to external factors such as economic fluctuations and the pandemic, as well as internal factors such as less effective risk management, which threatens the operational stability of BMT as a sharia microfinance institution. The relevance of this research lies in the role of BMT in supporting financial inclusion and community economic empowerment, in line with sharia principles that avoid usury and speculation, as well as the global trend of adaptive risk mitigation that is responsive to environmental changes. This research is important as it provides practical contributions to developing innovative arrears handling models, such as contract restructuring based on sharia agreements and technology integration for real-time risk monitoring, thereby reducing NPF, increasing BMT resilience, and supporting the growth of the national sharia financial ecosystem. Through case studies and data analysis, this article produces specific recommendations for BMT UGT Nusantara and similar institutions, preventing financial crises and promoting an inclusive economy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Affandi et al., (2025) Islamic Microfinance Innovation: BMT Strategies for Enhancing Financial Inclusion and Economic Empowerment, Journal of Islamic Economics Vol. 1. No. 2. November 2025.
  2. Ainiyah, R. (2025). Manajemen risiko pembiayaan dalam perbankan syariah. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(5), 1971-1977. Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/15462
  3. Alam et al., (2023)https://journal.ipb.ac.id/jalmuzaraah/article/view/42705/25796.
  4. Antonio, M. S. (2020). Bank Syariah: Teori dan Praktik. Gema Insani Press.
  5. Febriyanti N (2020)Implementasi Early Warnings System (EWS) dalam Menekan Tingkat Non Performing Financing (NPF) di Perbankan Syariah. (2020).Asy Syar’iyyah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Perbankan Islam–ISSN 2089-7227 (p)2598-8522(e)Vol. 6, No. 2, Desember 2020, pp. 124—154
  6. Hakim et al., (2025)TINJAUAN SYARIAH TERHADAP STRATEGI PENANGANAN PEMBIAYAANMURABAHAH BERMASALAH. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 18(10), 1-10. https://doi.org/10.2324/m9pqhk97
  7. Hidayat, R., & Nurdin, M. (2022). Digitalisasi Manajemen Risiko pada Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 10(2), 115–128. https://doi.org/10.24235/jebs.v10i2.4876
  8. Khairan & Asngari (2025). Analisis Mekanisme Prinsip 5C dalam Meminimalisir Risiko Pembiayaan Bermasalah di BMT NU Kediri. EKSYA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah, 3(1), 1-.
  9. Nabilli Rahman et al., (2025) Pengaruh Likuiditas, Leverage, dan Non Performing Financing, Terhadap Stabilitas Keuangan pada Bank Umum Syariah di Indonesia Periode Tahun 2020-2024, Vol. 10, No. 01, 2026, Pages 13-28
  10. Nasution, Z., & Harahap, R. (2020). Manajemen Risiko Pembiayaan pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, 6(1), 45–57.
  11. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2023). Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2023. Jakarta: OJK.
  12. Primadona Siregar D, & Putri J, (2025), Analisis Strategi Bank Dalam Mengahadapi Risiko Kredit Macet, Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam (2025) 5(1) 59-72.
  13. Rahmawati, D., & Fitria, R. (2021). Analisis Faktor Penyebab Pembiayaan Bermasalah pada BMT. Jurnal Keuangan Syariah, 8(1), 22–33.
  14. Rizki, D. R., Athief, F. H. N., & Puspitaningrum, D. (2023). Penerapan Manajemen Risiko Terhadap Pembiayaan Bermasalah Pada Masa Pandemi COVID-19. Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam, 10(2),
  15. Sa’diyah, 2019Strategi penanganan Non Performing Finance (NPF) pada pembiayaan murabahah di BMT, Volume. 2, 2019 Page: 179-189.
  16. Santika, P., & Hazmi, F. (2024). Analisis pembiayaan bermasalah produk pembiayaan tempo dengan skema balloon payment pada KSPPS BMT Soko Guru Ma’arif Jepara. Jurnal Tabarru’ : Islamic Banking and Finance.
  17. Yuliana, A., & Wibowo, S. (2022). Evaluasi Manajemen Risiko pada Baitul Maal wat Tamwil di Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam Indonesia, 9(3), 201–215.