Abstract
Defined by its adherence to the tenets of Shariah law, the Islamic capital market a distinct segment from the conventional capital market, conducting transactions structured according to the principles of fiqh muamalah. Although it plays animportant role compared to the conventional capital market, the Islamic capital market exhibits unique characteristics. The fundamental difference lies in thefoundation of values, where the Islamic capital market adopts Islamic economic, while conventional capital markets are based on a general economic framework. In its operations, every product and transaction process in the Islamic capital market must be in line with Islamic principles, including the prohibition of riba (exploitative profit), gharar (excessive uncertainty or speculation), and activities related to haram goods or elements.The financial instruments applied in the Islamic capital market follow Islamic contracts, such as mudharabah (profit sharing), musyarakah (investment capital partnership), and salam (sale and purchase transactions with advance payment). Furthermore, the Islamic capital market emphasises transparency and fairness, byavoiding market manipulation and speculative or dubious transactions.This article explores the key differences between the two capital market systems,covering aspects of operational principles, investment instruments, sales methods, andtransaction ethics implemented in each system.
Pasar modal Islam, yang didefinisikan berdasarkan kepatuhannya pada prinsip-prinsip hukum Syariah, merupakan segmen yang berbeda dari pasar modal konvensional, yang melakukan transaksi yang terstruktur sesuai dengan prinsip-prinsip fiqh muamalah. Meskipun berperan penting dibandingkan dengan pasar modal konvensional, pasar modal Syariah menunjukkan karakteristik unik. Perbedaan fundamental terletak pada fondasi nilai, di mana pasar modal syariah mengadopsi prinsip-prinsip ekonomi Islam, sedangkan pasar modal konvensional berlandaskan pada kerangka ekonomi umum. Dalam operasinya, setiap produk dan proses transaksi di pasar modal syariah harus selaras dengan prinsip-prinsip Islam, termasuk pengharaman riba (keuntungan eksploitatif), gharar (ketidakpastian atau spekulasi yang berlebihan), serta aktivitas yang terkait dengan barang atau elemen haram. Instrumen keuangan yang diterapkan dalam pasar modal syariah mengikuti kontrak Islam, seperti mudharabah (pembagian keuntungan), musyarakah (kemitraan modal investasi), dan salam (transaksi jual beli dengan pembayaran di muka). Lebih lanjut, pasar modal syariah menekankan transparansi dan keadilan, dengan menghindari manipulasi pasar serta transaksi spekulatif atau yang meragukan. Artikel ini mengeksplorasi perbedaan utama antara kedua sistem pasar modal, meliputi aspek prinsip operasional, instrumen investasi, metode penjualan, dan etika transaksi yang diimplementasikan dalam masing-masing sistem.
References
Ali, F. (2016). Pasar modal syariah. Otoritas Jasa Keuangan, 3(1), 1-10.
Dewi, N. C. PERBADINGAN PASAR MODAL KONVENSIONAL DAN PASAR MODAL SYARIAH.
Fadilla, F. (2018). Pasar Modal Syariah dan Konvensional. Islamic Banking: Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 3(2), 45-56.
Faozan, A. (2013). Konsep pasar modal syariah. Muqtasid: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 4(2), 287-310.
Khairan, K. (2019). Kontribusi Pasar Modal Syariah dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesai. Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah, 1(1), 98-114.
Maghiszha, D. F. (2025, July 27). IDX. Retrieved from IDX CHANNEL.COM: https://www.idxchannel.com/market-news/bei-sebut-pojk-82025-bakal-jadi-game-changer-pasar-modal-syariah-indonesia.
Salsabila, S. D., Ardita, P. A., Yulianti, F. A., Solihah, R. A., & Abadi, M. T. (2024). Pasar Modal Syariah. Jurnal Ilmiah Research and Development Student, 2(1), 99-107.