HAWALAH: SISTEM PEMBAYARAN YANG BERBASIS KEPERCAYAAN DAN AMANAH
pdf

Keywords

Hawalah, Islamic Finance, Sharia Fintech, Electronic Payment System, Amanah.
Hawalah, Keuangan Islam, Fintech Syariah, Sistem Pembayaran Elektronik, Amanah.

How to Cite

HAWALAH: SISTEM PEMBAYARAN YANG BERBASIS KEPERCAYAAN DAN AMANAH. (2025). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 17(3), 201-210. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/1238

Abstract

Revive traditional Islamic economic principles, such as Hawalah, which functions as a trust-based debt transfer mechanism. This study aims to investigate the concept of Hawalah within the framework of modern Islamic economics and analyze its significance for today’s digital payment systems. Advances in financial technology in the digital age have created new opportunities in this regard. The findings show that Hawalah consists of three main elements: muhil (the party transferring the debt), muhal (the party receiving the payment), and muhal ‘alaih (the party bearing the debt). The concepts of trust and amanah are the basis that distinguishes Hawalah from traditional payment systems. In the digital realm, Hawalah can be integrated into Sharia fintech to increase financial inclusion, especially for groups that are underserved by banks. Implementation barriers include regulatory restrictions, lack of knowledge about Islamic finance, and efforts to build public trust in digital systems. Nevertheless, the potential for innovation through blockchain technology and smart contracts facilitates the development of an effective digital Hawalah system.

Perkembangan teknologi keuangan di era digital membuka peluang baru untuk menghidupkan kembali prinsip-prinsip ekonomi Islam tradisional, seperti hawalah yang berfungsi sebagai mekanisme transfer utang berbasis kepercayaan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji konsep hawalah melalui perspektif ekonomi Islam modern dan menyelidiki signifikansinya bagi sistem pembayaran digital saat ini. Temuan menunjukkan bahwa hawalah terdiri dari tiga unsur utama: muhil (pihak yang mentransfer hutang). Muhal (pihak penerima pembayaran), dan muhal ‘alaih (pihak penanggung hutang). Konsep kepercayaan dan amanah menjadi dasar yang membedakan hawalah dari sistem pembayaran tradisional. Di ranah digital, hawalah dapat diintegrasikan ke dalam fintech syariah untuk meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi kelompok yang kurang terlayani oleh perbankan. Hambatan implementasi meliputi batasan regulasi, kurangnya pengetahuan tentang keuangan Islam, dan upaya membangun kepercayaan publik terhadap sistem digital. Meskipun demikian, potensi inovasi melalui teknologi blockchain dan kontrak pintar memfasilitasi pengembangan sistem hawalah digital yang efektif. 

pdf

References

Auliah, A. `, Ningsih, A. S., Nuraliza Asrah, S., Almadani, F. N., & Arsyad, K. (2025). Implementasi dan Tantangan Peran Teknologi pada Kontrak Hawalah dalam Sistem Perbankan Syariah. Maro: Jurnal Ekonomi Syariah Dan Bisnis, 8(1), 135–143. https://doi.org/10.31949/maro.v8i1.14102

Darwin, & Siregar, S. (2020). Analisis Kepatuhan terhadap Fatwa Dewan Syariah Nasional Tentang Wakalah , Hawalah , dan Kafalah Dalam Kegiatan Jasa Perusahaan Pembiayaan Syariah. Jurnal Manajemen, Ekonomi, Keuangan Dan Akuntansi, 1(2), 77–86.

Hasonangan Harahap, M., Rojali Jawab, A., Zen, M., & Syarif Hidayatullah Jakarta, U.

(2024). Wadi’ah Dan Hawalah. Journal of Islamic and Educational Research, 2(1), 122–

133. https://journal.institercom-edu.org/index.php/alkarim

M Noor, S. (2019). Akad Hawalah (Fiqih Pengalingan Hutang). Rumah Fiqih Publishing, 1–31.

Nurhasanah, N., & Mz, N. F. (2025). Penerapan Akad Hiwalah dalam Praktik pada Perbankan Syariah. Al-Muqayyad, 5(1), 20–29.

Putri, R. T., & Syaiin, S. (2025). Implementasi Prinsip Hukum Ekonomi Syari ’ Ah Dalam Pembiayaan Mikro Syari ’ Ah Studi Kasus Pada Bmt Muamalah Syari ’ Ah Tebuireng Jombang. Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU), 2(4), 595–607.

Resya Eka Putri, Chadiza Azzahra Lubis, Alexa Ayu Dewanda, Hanestesia Zahara, & Wismanto Wismanto. (2024). Hawaalah dalam Fiqih Muamalah: Dasar Hukum dan Prinsip Syariah. Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(1), 85–97. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i1.273

Suryawirawan, A. (2025). Transformasi Qris sebagai Instrumen Pembayaran Digital dalam Perspektif Ekonomi Syariah. Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan, 4, 81–94.

T. Abrar, Z. (2017). Hiwalah Dan Aplikasinya Dalam Produk Bai’ Al-Istishna’ Di Bank Syariah. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 1(2), 1–14. https://doi.org/10.32505/jebis.v1i2.26

Downloads

Download data is not yet available.