Abstract
Konsep rezeki dalam Al-Qur’an dengan menelaah makna dan klasifikasinya melalui pendekatan tafsir, khususnya berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitik dengan teknik studi kepustakaan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung istilah ar-rizq serta berbagai tafsir klasik dan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa rezeki dalam Al-Qur’an bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial. Ibnu Katsir memandang rezeki sebagai karunia Allah yang menjadi ujian bagi manusia; kelapangan maupun kesempitan rezeki sama-sama mengandung hikmah untuk menguji keimanan, kesabaran, dan rasa syukur hamba. Rezeki diklasifikasikan menjadi tiga: rezeki yang dijamin, rezeki yang dibagikan melalui usaha, dan rezeki yang dijanjikan bagi orang bertakwa. Dengan demikian, konsep rezeki dalam Al-Qur’an menuntut keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan ketundukan batiniah, sehingga pemahaman tentang rezeki tidak hanya terbatas pada aspek material tetapi juga sebagai wujud kasih sayang dan pengaturan Ilahi terhadap seluruh makhluk.
References
Daftar Pustaka
Al-Baqi, Muhammad Fuad Abd. t.th. Al-Mu`jam al-Mufahras Li Alfaz al-Quran al-Karim. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Jauziyyah, Ibnu Qayyim. t.th. Miftah Daar al-Sa`adah. Beirut: Daar al-Kutub al-Ilmiyah.
Al-Mahamid, Ahmad Nashib. 1979 Cinta Antara Hamba dan Tuhan. Jakarta: Dar el-Fikr.
https://daaralatsarindonesia.com/tafsir-062-010/
https://tafsir.learn-quran.co/id/surat-2-al-baqarah/ayat-172
Katsir, Ibnu.2004. Terjemahan Lubaabut Tafsir min Ibnu Katsir Jilid 8. (Penerjemah: M. Abdul Gaffar EM, Abu Rahim Mu’ti dan Abu Ihsan Al Atsari, (Bogor: Pustaka Imam Assyafi’i, 2004).
Nata, Abudin. 2006. Ensiklopedia Al-Quran. Yayasan Bimantara: Jakarta.
Zubaedah, S. Makna Rezeki Dalam Ayat-Ayat Al-Qur'an (Kajian Tafsir Ibnu Katsir).
Zuhaili, Wahbah. 2016. Tafsir Al-Munir, Aqidah Syariah, Manhaj. jilid 14 (terj. Abdul Hayyie AlKattani). Jakarta: Gema Insani.