Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep, pembagian, dan contoh hadits ahad sebagai salah satu sumber penting ajaran Islam setelah Al-Qur’an. Latar belakang penelitian berangkat dari perdebatan para ulama mengenai kedudukan epistemologis dan otoritas hukum hadits ahad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan literatur hadis klasik dan kontemporer. Data dikumpulkan dari kitab-kitab hadis, buku ilmiah, serta artikel jurnal, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi karakteristik, klasifikasi, dan kekuatan argumentatif hadits ahad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits ahad terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu gharib, aziz, dan masyhur, yang masing-masing memiliki ciri perawi dan tingkat kekuatan sanad yang berbeda. Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun tidak mencapai derajat mutawatir, hadits ahad tetap dapat dijadikan hujjah apabila memenuhi syarat kesahihan sanad dan matan.
References
Kitab Al-Kifayah fi ‘Ilm al-Riwayah.
Al-Khathib al-Baghdadi. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1987.
Kitab Taysir Musthalah al-Hadith.
al-Tahhan, Mahmud. Beirut: Maktabah al-Ma’arif, 1995.
Kitab Manhaj Naqd al-Hadith ʿinda al-Muhaddithin.
Azami, M. M. Riyadh: Maktabah al-Kawthar, 1992.
Kitab Ilmu Hadis.
Darussamin, Zikri. Pekanbaru: Suska Press, 2014.
Kitab hadits ahad dan mutawatir,
Idri. surabaya:2014
Kitab Ulum al-Hadits wa Musthalahuh.
Shalih, Subhi. Beirut: Dar al-‘Ilm li al-Malayin, 1988.