Abstract
Kelembutan dan keikhlasan sering dianggap sikap personal, namun dalam perspektif maqasid, keduanya adalah instrumen keberlangsungan dakwah. Penelitian ini menelaah Q.S. Luqman 17 dan Q.S. Asy-Syu’ara 109 untuk menyingkap maqasid di balik kelembutan dan keikhlasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap tersebut menjaga maqasid hifz al-nafs (menjaga jiwa) dengan menghindari konflik dan resistensi. Kajian ini menegaskan bahwa aspek emosional dan spritual da’i memiliki dimensi struktural dalam membangun masyarakat damai.
References
Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya Ulumuddin. Beirut: Dar al-Fikr, 2005.
Al-Qaradawi, Yusuf. Fiqh al-Da’wah. Kairo: Dar al-Shuruq, 2007.
Al-Raysuni, Ahmad. Imam Syatibi: Pemikiran Maqasid Syariah. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2018.
Amin, Muhammad. “Urgensi Pesan Toleransi dalam Dakwah Kontemporer.” Jurnal Komunikasi Islam 10, no. 1 (2023): 43-60.
Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: lllT, 2008.
Auda, Jasser. Membumikan Maqasid Syariah. Yogyakarta: Suka Press, 2017.
Basit, Abbas Abdul. “Dimensi Maqasid dalam Dakwah dan Etika Da’i.” Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam 6, no. 2 (2022): 44-58.
Choiriyah. “Etika Dakwah dalam Perspektif Maqasid Syariah.” Jurnal Dakwah dan Etika Islam 7, no. 1 (2022).
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. (Jakarta: Lembaga Percetakan Al-Qur’an Departemen Agama RI, 2009). Q.S Luqman: 17 dan Q.S Asy-Syu’ara:109.
Fathurrahman. “Pendekatan Komunikasi Dakwah Lembut di Era Digital.” Jurnal Komunikasi Islam 9, no. 2 (2021).
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018.
Nurhayati. “Pendekatam Maqasid dalam Ruang Dakwah Moderat.” Jurnal Ilmu dakwah 5, no. 2 (2022).
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Vol. 10. Jakarta: Lentera Hati, 2002.