Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengembangkan
praktik moderasi beragama yang terintegrasi dengan kepedulian sosial
dan ekonomi masyarakat di Desa Sukandebi, Kecamatan Naman Teran,
Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Moderasi beragama dipahami
sebagai sikap beragama yang menekankan keseimbangan antara
keyakinan, kemanusiaan, dan kebangsaan. Dalam konteks masyarakat
pedesaan yang plural dan dinamis, moderasi beragama memiliki peran
penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat kemandirian
ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif-fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari tokoh agama,
aparat desa, serta masyarakat umum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan moderasi
beragama di Desa Sukandebi diwujudkan melalui empat program
utama: penguatan nilai gotong royong lintas agama, pelatihan ekonomi
kreatif berbasis masjid, forum lintas iman “Sukandebi Bersatu”, dan
gerakan sedekah harian. Program-program tersebut berhasil
meningkatkan solidaritas sosial, menurunkan potensi konflik
antarwarga, serta menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Faktor pendukungnya meliputi peran aktif tokoh agama dan budaya
lokal yang terbuka terhadap perbedaan, sedangkan hambatannya adalah
rendahnya literasi keagamaan generasi muda dan keterbatasan sumber
daya ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama
yang terintegrasi dengan kepedulian sosial dan ekonomi dapat menjadi
model efektif bagi pembangunan masyarakat desa yang damai, toleran,
dan sejahtera.
References
Amin, M. (2020). Moderasi Beragama dalam Perspektif Islam Wasathiyah. Jakarta: Kementerian Agama
Republik Indonesia.
Azra, A. (2019). Islam Substantif: Agar Umat Tidak Menjadi Buih. Bandung: Mizan.
Bakry, N. (2021). Moderasi Beragama dan Tantangan Sosial di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam dan
Kebudayaan, 13(2), 115–130. https://doi.org/10.14421/jpik.2021.13207
Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. Jurnal Multikultural dan Multireligius,
18(2), 123–137.
Hidayat, A. (2020). Moderasi Beragama sebagai Upaya Mencegah Radikalisme di Lingkungan Masyarakat.
Jurnal Al-Fikr: Kajian Keislaman, 24(1), 45–60.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat
Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Panduan Implementasi Moderasi Beragama di
Lingkungan Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimas Islam.
Khoiruddin, M. (2021). Moderasi Beragama dan Peran Tokoh Agama dalam Membangun Kerukunan
Sosial. Jurnal Studi Keagamaan dan Kemasyarakatan, 2(1), 56–72.
Latif, Y. (2020). Revolusi Pancasila: Moderasi dalam Beragama dan Bernegara. Jakarta: Kompas.
Mahfud, C. (2020). Pendidikan Islam dan Moderasi Beragama: Konsep, Implementasi, dan Relevansinya
di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(2), 89–103.
Mufid, M. (2021). Penguatan Moderasi Beragama di Era Transformasi Sosial. Jurnal Dakwah dan
Komunikasi Islam, 5(1), 12–25.
Muliawan, J. (2022). Moderasi Beragama sebagai Solusi Konflik Sosial di Indonesia. Yogyakarta:
Deepublish.
Naim, N., & Sauqi, A. (2020). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media.
Nasrullah, R. (2021). Masyarakat Digital dan Tantangan Moderasi Beragama di Era Media Sosial.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Qodir, Z. (2019). Islam, Pluralisme dan Multikulturalisme. Jurnal Sosial Humaniora, 10(1), 45–60.
Rahman, F. (2022). Penguatan Moderasi Beragama Melalui Kegiatan Sosial-Ekonomi Umat. Jurnal Al-
Idarah: Manajemen dan Dakwah Islam, 6(3), 140–155.
Setiawan, A. (2020). Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Masjid dalam Perspektif Islam. Jurnal
Ekonomi Syariah dan Pemberdayaan Umat, 4(2), 78–95.
Sutrisno, E. (2021). Moderasi Beragama: Strategi Membangun Harmoni Sosial dalam Keberagaman.
Jurnal Al-Tarbawi Al-Haditsah, 6(1), 33–47.
Suryana, A. (2022). Implementasi Moderasi Beragama dalam Pembangunan Masyarakat Desa. Bandung:
Alfabeta.