ESTETIKA KOLONIALISME : BAGAIMANA WARNA KULIT PUTIH TERINTERNALISASI DI TENGAH TREN KECANTIKAN DI INDONESIA

Authors

  • Rahil Azka Izzati Universitas Negeri Semarang Author
  • Mutiara Nurlita Sari Universitas Negeri Semarang Author
  • Euis Qonita Amin Universitas Negeri Semarang Author
  • Nayla Azka Aulida Universitas Negeri Semarang Author
  • Ruth Vinita Br Siahaan Universitas Negeri Semarang Author
  • Maria Krisnawati Universitas Negeri Semarang Author
  • Anik Maghfiroh Universitas Negeri Semarang Author

Keywords:

Kolonialisme; Kulit Putih; Estetika; Globalisasi; K-pop; Internalisasi

Abstract

Fenomena globalisasi telah mendorong perubahan signifikan dalam pandangan masyarakat terhadap identitas dan estetika, yang di Indonesia tercermin dalam tren kecantikan yang menjadikan kulit putih sebagai simbol kecantikan, kemurnian, dan status sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kelanjutan dan penguatan konstruksi estetika kolonial pada masa kini, yang dipicu oleh penyebaran budaya populer internasional. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif-interpretatif dengan menganalisis literatur sekunder seperti jurnal dan artikel akademik dari basis data ilmiah. Teknik analisis data menggunakan metode tematik untuk mengidentifikasi tema utama, termasuk penyebaran melalui media global, pengaruh kolonial, dan proses internalisasi. Temuan menunjukkan bahwa standarisasi kulit putih berasal dari hierarki sosial pada era kolonial Belanda, yang menempatkan kulit terang sebagai indikator status tinggi dan kemakmuran, menggantikan pandangan pra-kolonial yang menghargai kulit cokelat atau gelap. Warisan ini kini diperkuat oleh dominasi media global seperti Hollywood dan K-pop, yang secara terus-menerus mempromosikan standar kecantikan transnasional yang memuja kulit putih dan fitur Kaukasia. Proses internalisasi colorism terjadi melalui lingkungan sekitar, seperti keluarga dan pembentukan stereotip oleh media, yang kemudian diterima dan dianggap sah secara sosial melalui objekifikasi dan eksternalisasi. Internalisasi standar kulit putih ini memiliki dampak negatif seperti tekanan sosial, rendahnya harga diri, trauma psikologis, dan risiko kesehatan akibat penggunaan produk pemutih yang berbahaya, meskipun secara subjektif dapat meningkatkan kepercayaan diri individu yang berhasil memenuhi standar tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa estetika kecantikan di Indonesia merupakan hasil interaksi kompleks antara warisan kolonial dan hegemoni budaya global, yang telah membantu membentuk identitas estetika yang terkolonisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amelia, L., Fahmi, K., & Tamrin, S. (2022). Konstruksi Makna Cantik bagi Remaja Perempuan Pengguna Pemutih Kulit Ilegal. Jurnal Sosialisasi, 9(3).

Aprilita, D. (2016). Representasi kecantikan perempuan dalam media sosial Instagram (Analisis semiotika Roland Barthes pada akun @mostbeautyindo, @Bidadarisurga, dan @papuan_girl). Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 4(3), 1–10.

Arifiyana, D., Harjanti, H., Sri, Y., Ebtavanny, E., & Gusti, T. (2019). Analisis kuantitatif hidrokuinon pada produk kosmetik krim pemutih yang beredar di wilayah Surabaya Pusat dan Surabaya Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Akta Kimia Indonesia, 4(2), 107–117. https://doi.org/10.12962/j25493736.v4i2.5532

Arwanda, D. (2022). Putih yang ideal: Representasi warna kulit perempuan dalam iklan media sosial. Jurnal Audiens, 3(2), 95–107.

Asysyamil, M. F., Pratiwi, K., Luthfiyah, E. Z. H., & Anggraeni, C. (2024). Beauty Mirror: The Depiction of Korean Wave Influence in Indonesian Women's Beauty Standard in Scarlett, Citra, and Wardah Skincare Advertisements (A Semiotics Approach). Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS). https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks

At Thariq, M. W. D. (2024). Deconstructing beauty standards: Geulis Unpad Instagram account. Media dan Jurnal Studi.

Baroroh, H. E., Anam, H. F., & Kharisma, M. (2025). Colonial Legacies and Gender Representation on Social Media's Muslim Fashion Brands in Indonesia. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 20(1). https://doi.org/10.21580/sa.v20i1.25854

Fadhila, K. R. (2020). Pengetahuan dan penggunaan produk whitening dan brightening di kalangan perempuan muda. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Fitrasari, A., & Listyani, R. H. (2024). Kontruksi Kecantikan Warna Kulit Perempuan Indonesia (Studi Kasus di Kota Surabaya). Paradigma, 13(13).

Garcia, G. (2023). Representasi standar kecantikan wanita di media sosial Instagram. Jurnal Koneksi, 7(1), 12–22.

Herlina, H. (2019). Effect of knowledge and use of bleaching cosmetics on facial skin. Jurnal Kesehatan STIKes PHI.

Ifa, K., Sudrajat, A., & Tedjomurti, F. (2025). Warna Kulit dan Stratifikasi Sosial: Perjuangan Representasi di Ruang Media Sosial TikTok. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 14(2), 58–66. http://dx.doi.org/10.21831/dimensia.v14i2.81746

Kurniawan, Y. (2024). Representation of Indonesian beauty standards in advertising and media. ELITE Journal, Universitas Negeri Surabaya.

Listyani, R. H., Kiranantika, A., Arimbi, D. A., & Susanti, E. (2023). Aesthetic Clinic and Beauty Myths in Indonesia: Discourse Analysis of Beauty Representation in Instagram Accounts. The Journal of Society and Media, 7(2), 514–545. https://doi.org/10.26740/jsm.v7n2.p514-545

Listyani, R. H., Setiowati, R., & Lestari, M. (2023). Aesthetic clinic and beauty myths in Indonesia: Discourse analysis of Instagram accounts of aesthetic clinics. Jurnal Komunikasi, 12(2), 134–148.

Maharani, A., Abbas, H. H., & Sartika. (2023). Analisis merkuri pada rambut dan efek kesehatannya pada mahasiswa FKM UMI yang memakai “cosmetic whitening cream”. Window of Public Health (WOPH) Journal. https://doi.org/10.33096/woph.v4i6.846

Oktaviani, J. (2022). Fenomena 'colorism sebagai bentuk stratifikasi sosial di kawasan Asia Tenggara. Jurnal Dinamika Global, 7(1), 54–83. https://doi.org/10.36859/jdg.v7i01.1037

Pratama, M. A. Q. (2025). KOLONIALISME DAN BUDAYA POPULER: POTRET MARKETING SELEBRITIS DI HINDIA BELANDA ERA 1930-1940. Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 15(1), 16–42. https://rjfahuinib.org/index.php/khazanah/article/view/1899

Puspa, R. (2010). Isu ras dan warna kulit dalam konstruksi kecantikan ideal perempuan. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 23(4), 312–323.

Safitri, A. (2022). Beauty standard discourse on “Skin Game”. IJLLT/Neliti.Saraswati, L. A. (2013). Seeing Beauty, Sensing Race in Transnational Indonesia. University of Hawaii Pres Soyata, A. (2021). Overview of skin whitening agents with insight into illegal cosmetic market. Farmasetika (Unpad).

Samingan. (2017). Nasionalisme Kulit Putih: Ernest Douwes Dekker Malaikat Pemberani. Ekspektasi Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(2), 78–90.

Saraharah, Z. D., & Ningtyas, S. (2023). Change of Beauty Standards in Indonesian Society Through Beauty Product That Improve Lately. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 18(1), 54–67. https://doi.org/10.14710/sabda.18.1.54-67

Saraharah, Z. D., & Ningtyas. (2023). Change of Beauty Standards in Indonesian Society Through Beauty Products That Improve Lately. SABDA, Fakultas Ilmu Budaya UNDIP.

Sihombing, R. (2024). Interaksi antara Media Sosial dan Korean Wave dalam Membentuk Standar Kecantikan Wanita Indonesia. KONTEKSTUAL Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2). http://www.ubl.ac.id/kontekstual

Suhaenah, A. (2023). Hydroquinone levels in whitening body lotion circulating in the market. PharmRep Journal.

Wulan, R. R. (2017). The Myth of White Skin: A Postcolonial Review of Beauty Discourse in Indonesia. SHS Web of Conferences.

Wulandari, A. M., Abadi, T. W., Hidayati, L. N., Putri, S. R., & Kurniasari, F. V. (2023). Analisis bibliometrik: Pengaruh representasi supremasi kulit putih dan terpaan iklan Scarlett Whitening terhadap penerimaan informasi oleh remaja perempuan. Ranah Komunikasi, 7(1), 43–49. https://doi.org/10.25077/rk.7.1.43-49.2023

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

ESTETIKA KOLONIALISME : BAGAIMANA WARNA KULIT PUTIH TERINTERNALISASI DI TENGAH TREN KECANTIKAN DI INDONESIA. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(8), 801-810. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/2404

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>