TRANSFORMASI GAYA RAMBUT DAN AKSESORI KEPALA: REFLEKSI IDENTITAS DAN STATUS SOSIAL DALAM SEJARAH MODE BALI
Keywords:
aksesoris, gaya rambut, identitas, modern, perubahan, tradisionalAbstract
Gaya rambut serta aksesoris kepala dalam kebudayaan Bali tidak semata-mata merupakan elemen estetika, melainkan komponen signifikan dalam mengekspresikan identitas, status sosial, serta sebagai simbolisme masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perubahan bentuk, fungsi, serta makna sosial gaya rambut dan aksesoris kepala dari periode tradisional hingga era modern. Melalui pendekatan studi literatur dengan metode kualitatif yang menganalisis dari berbagai sumber referensi seperti berbagai jurnal, buku, dan media sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa setiap elemen menunjukkan perubahan mulai dari gelungan, payas agung, hingga modifikasi mengalami transformasi seiring dengan perkembangan zaman. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi bahwa perubahan yang terjadi bukan bertujuan untuk menghilangkan tradisi yang ada, melainkan proses adaptasi budaya untuk menyelaraskan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modernitas. Dengan demikian, gaya rambut dan aksesoris kepala Bali menjadi bagian penting dalam perkembangan budaya, serta mempertahankan karakteristik warisan leluhur sebagai simbol dan status sosial, sekaligus sebagai penyesuaian diri dalam kebutuhan identitas masyarakat Bali dalam konteks globalisasi.
Downloads
References
Anom Mayun Konta Tenaya, A. A. N. (2022). Classic Jewelry Aesthetics on Payas Agung Badung. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 5(1), 15–25. https://doi.org/10.31091/lekesan.v5i1.1987
Raka, A. A. G., Anoegrajekti, N., Yasa, P. N. S., Macaryus, S., & Gunawarman, A. A. G. R. (2020). Bali is dressing-up: Ritual as an identity. Journal of Environmental Management and Tourism, 11(6), 1560–1570. https://doi.org/10.14505/jemt.v11.6(46).26
Jayanthi, K. (2020). Kajian Budaya dan Bentuk Tata Rias Pengantin Bali Agung Khas Gaya Buleleng. Bosaparis, 09, 2.
Dewi, T. I. B. K, Wastawa, I. W., & Wisnawa, I. D. K. (2021). Transformasi Komunikasi Non Verbal Payas Agung Badung Pada Upacara Perkawinan Bagi Umat Hindu Di Kota Denpasar. ANUBHAVA: Jurnal Ilmu Komunikasi Hindu, 1(2), 134. https://doi.org/10.25078/anubhava.v1i2.2986
Astiti, N. (2015). Modifikasi Tata Rias Pengantin Bali Nista Untuk Kasta Sudra (Jaba). E-Journal, 04(03), 42–50.
Enwistle, J. (2015). The Fashioned Body: Fashion, Dress and Modern Social Theory. Cambridge: Polity Press.
Bourdieu, P. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Cambridge: Harvard University Press.
Hutami, K. M. W. (2019). Tata Rias Pengantin Agung Kabupaten Tabanan. Universitas Pendidikan Ganesha .
Widnyani, N. P. (2018). “Transformasi Estetika Aksesori Kepala dalam Busana Adat Bali dari Masa ke Masa.” Jurnal Humaniora, 9(3), 201–213.
Wirawan, Wayan. (2011). Busana dan Identitas Budaya Bali. Denpasar: CV Kayumas.
https://world4.eu/balinese-dance-djanger-girl/
https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Culture_of_Bali
https://www.villabalisale.com/blog/udeng-bali-s-traditional-headdress-of-balinese-men

