LITERATUR REVIEW: DAMPAK KOLONIALISME TERHADAP WAJAH KECANTIKAN INDONESIA DARI MASA KE MASA
Keywords:
kecantikan Indonesia, kolonialisme, post-kolonial, globalisasi, K-Beauty, standar kecantikanAbstract
Standar kecantikan perempuan Indonesia terbentuk melalui proses historis yang panjang dan dipengaruhi oleh berbagai dinamika sosial, budaya, dan global. Penelitian ini bertujuan menelusuri konstruksi kecantikan dari masa kolonial hingga era modern, dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur. Analisis dilakukan terhadap berbagai karya ilmiah yang membahas kolonialisme, post-kolonialisme, globalisasi, hingga hegemoni budaya Korea. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masa kolonial Belanda menanamkan standar kecantikan berorientasi Eropa kulit putih, rambut lurus, dan hidung mancung yang kemudian melekat sebagai simbol status sosial. Warisan kolonial tersebut bertahan dan bertransformasi melalui industri kecantikan modern dan media massa, yang memperkuat preferensi terhadap kulit cerah serta tubuh ramping sebagai indikator kecantikan ideal. Pada era globalisasi, pengaruh K-Beauty semakin menegaskan kecenderungan ini dengan menawarkan estetika baru namun tetap menonjolkan kulit cerah dan wajah tirus. Meskipun demikian, tradisi lokal seperti jamu dan lulur masih mempertahankan perspektif kecantikan yang berakar pada kesehatan dan keseimbangan tubuh. Dengan demikian, standar kecantikan Indonesia merupakan hasil interaksi kompleks antara warisan kolonial, tekanan budaya global, dan ketahanan nilai-nilai lokal yang terus membentuk cara perempuan memaknai kecantikan.
Downloads
References
Islamey, G. R. (2020). Wacana standar kecantikan perempuan Indonesia pada sampul majalah Femina. Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 2(2), 110-119.
(Nazma et al., 2025). Dinamika Standar Kecantikan Indonesia terhadap Pengaruh Hegemoni Budaya Korea Pada Generasi Z. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik, 2(4), 994–1000.
Wardani, S. F., & Azwar. (2024). Fenomena Pemanfaatan Media Sosial Makeup Style dalam Mengadopsi Korean Wave.
DH, A. G. (2023, November). Dampak standar kecantikan bagi perempuan di Indonesia. In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) (Vol. 2, pp. 1440-1448).
Sukisman, J. M., & Utami, L. S. S. (2021). Perlawanan Stigma Warna Kulit terhadap Standar Kecantikan Perempuan Melalui Iklan. Koneksi, 5(1), 67-75.
Rohmiatika, H. (2023). Hegemoni Budaya Warna Kulit Wanita Korea Sebagai Standar Kecantikan Wanita Indonesia. In Prosiding Seminar Nasional Komunikasi, Administrasi Negara dan Hukum (Vol. 1, No. 1, pp. 421-426). .
Lestari, R. (2014). Wacana "Kecantikan" Perempuan dalam Iklan Produk Kecantikan di Televisi. Profetik: Jurnal Komunikasi, 7(1), 5-18.
Rahardjo, W., Qomariyah, N., & Andriani, I. (2020). Psychological Impact of Skin Tone: Colorism in the Indonesian Context. Makara Human Behavior Studies in Asia, 24(1), 71-79. https://doi.org/10.7454/hbs.v24i1.1095
Saraswati, L. A. (2013). Cosmopolitan Whiteness: The Effects and Affects of Skin-Whitening Advertisements in a Transnational Women's Magazine in Indonesia. Meridians: Feminism, Race, Transnationalism, 11(2), 15-41. https://doi.org/10.2979/meridians.11.2.15
Metaso, H. A. (2024). Representasi Cantik Pada Masa Kolonial Belanda Hingga Masa Kemerdekaan Tahun 1900-1957. Skripsi. Universitas Hasanuddin Makassar.
Prameswari, N., Pariha, Q. A., Abdul, D. A. L., Putra, P., Faizal, A. R., & Zaimasuri, Z. (2025). Dinamika Standar Kecantikan Indonesia terhadap Pengaruh Hegemoni Budaya Korea Pada Generasi Z. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik, 2(4), 994–1000. https://jurnal.ittc.web.id/index.php/jiksp/article/view/2563
Saraswati, L. A. (2017). Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional. Jakarta: Marjin Kiri.Claude adalah AI dan bisa keliru. Harap periksa kembali sumber yang dikutip.

