PENGEMBANGAN KEMAMPUNAN MENULIS AKADEMIK (TEKS ULASAN, PROPOSAL, LAPORAN PENELITIAN, DAN ARTIKEL ILMIAH) UNTUK MEMBANGUN LITERASI ANTI-REDIKALISME DI SMA AN NAMIROH
Main Article Content
Abstract
Exposure to radicalism among students encourages the strengthening of critical literacy through the development of academic writing skills. This descriptive qualitative study aims to develop high school students' skills in writing reviews, proposals, reports, and scientific articles as a strategy for anti-radicalism literacy. Data were collected through observation and analysis of written work. The results of the study indicate that the development of academic writing improves critical thinking skills, the ability to process information objectively, and awareness of the dangers of radicalism. In conclusion, writing instruction integrated with anti-radicalism literacy is effective in building moderate and tolerant attitudes in high schools.
Article Details
Section
How to Cite
References
Alwasilah, A. C. (2012). Pokoknya menulis: Cara baru menulis dengan metode kolaborasi. PT Kiblat Buku Utama.
Bandura, A. (2021). Efikasi Diri dalam Masyarakat yang Berubah. Cambridge University Press.
Borum, R. (2020). Kerentanan dan Kecenderungan Psikologis untuk Terlibat dalam Kekerasan Ekstremisme. Ilmu Perilaku & Hukum, 38(5), 471-486.
Facione, P. A., & Gittens, C. A. (2020). Berpikir Kritis (Edisi ke-4). Pearson.
Firman, F., Sari, D. M., & Rasyid, Y. (2021). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Multiperspektif dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Sosial Siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(3), 371-380.
Giroux, H. A. (2010). Memikirkan Ulang Pendidikan sebagai Praktik Kebebasan: Paulo Freire dan Janji Pedagogi Kritis. Kebijakan Masa Depan dalam Pendidikan, 8(6), 715-721.
Hidayat, D. N., & Sihombing, P. R. (2023). Mendorong Inklusivitas Kritis: Kerangka Pedagogis untuk Sekolah Menengah di Indonesia di Era Disrupsi. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (EduLearn), 17(1), 112-120.
Kamil, D. (2022). Pendidikan Perdamaian dan Agen Kaum Muda di Asia Tenggara: Dari Kerentanan Menuju Ketahanan. Jurnal Pembangunan & Perdamaian, 17(2), 234-250.
Khoirunnisa, N., & Huda, M. (2020). Literasi Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Strategi Menangkal Paham Radikalisme di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1), 67-81.
Pangrazio, L. (2019). Literasi Digital Kritis: Praktik Melintasi Batas. Brill.
Parker, W. C. (2023). Pendidikan untuk Kewarganegaraan Demokratis: Pengambilan Keputusan dalam Studi Sosial. Routledge.
Paul, R., & Elder, L. (2020). Panduan Mini untuk Konsep dan Alat Berpikir Kritis (Edisi ke-8). Yayasan untuk Berpikir Kritis.
Rahmawati, I. N., Syafryadin, S., & Widiastuti, R. (2022). Analisis Wacana Kritis di Kelas EFL: Sebuah Alat untuk Menumbuhkan Pemikiran Kritis dan Kesadaran Siswa terhadap Isu Radikalisme. Jurnal Studi Bahasa dan Sastra, 2(1), 1-10.
Santos, B. de S. (2022). Akhir dari Kekaisaran Kognitif: Kedewasaan Epistemologi dari Selatan. Duke University Press.
Sukmawan, S., & Nurhadi, N. (2024). Mengintegrasikan Nilai-Nilai Antiradikalisme ke dalam Pengajaran Menulis Akademik: Sebuah Studi Intervensi Berbasis Sekolah di Jawa Timur. Jurnal Studi Pendidikan Indonesia, 27(1), 45-60.
Wegerif, R. (2021). Pendidikan dan Teknologi Dialogis: Memperluas Ruang Belajar. Springer.
Zembylas, M. (2021). Dimensi Afektif dari Resistansi Sehari-hari dalam Pendidikan Perdamaian: Implikasi untuk Pedagogi Praksis Emosional Kritis. Jurnal Pendidikan Perdamaian, 18(1), 1-20.