PEMBINGKAIAN MAKNA DALAM BAHASA RADIKAL: ANALISIS DIKSI DAN KALIMAT EFEKTIF PADA KONTEN MEDIA SOSIAL

Main Article Content

Achila Tilzakia Chandra
Dhea Ananda Saputri
Muhammad Ghiyats Fathin
Naiilah Selviana Koto
Melita Apriyani
Nazwa Nabila putri

Abstract

Penelitian ini membahas pembingkaian makna dalam bahasa radikal yang ditinjau melalui penggunaan diksi dan kalimat efektif pada konten media sosial. Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang pembaca terhadap suatu isu, termasuk isu radikalisme. Oleh karena itu, pemilihan kata dan penyusunan kalimat dalam konten media sosial perlu dikaji untuk melihat bagaimana makna dibangun dan disampaikan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa unggahan media sosial yang mengandung wacana radikal dan dianalisis berdasarkan ketepatan diksi serta keefektifan kalimat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan cara membaca, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan bentuk diksi dan kalimat yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembingkaian makna dalam bahasa radikal cenderung menggunakan diksi yang bersifat persuasif dan kalimat yang disusun secara ringkas untuk menarik perhatian pembaca. Namun, masih ditemukan penggunaan kalimat yang kurang efektif sehingga berpotensi menimbulkan penafsiran ganda. Dengan demikian, penggunaan diksi yang tepat dan kalimat yang efektif sangat berpengaruh terhadap kejelasan makna dalam konten media sosial. 

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PEMBINGKAIAN MAKNA DALAM BAHASA RADIKAL: ANALISIS DIKSI DAN KALIMAT EFEKTIF PADA KONTEN MEDIA SOSIAL. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 12(1), 221-230. https://cibjournal.com/index.php/argopuro/article/view/6390

References

Androutsopoulos, J. (2021). Language and digital media. Oxford University Press.

Ali, I., & Mujiburrahman, M. (2022). RADIKALISME DARI TERMINOLOGI KE FENOMENA. AHSANA MEDIA: Jurnal Pemikiran

Arifin, Z., & Tasai, A. (2018). Cermat berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi. Akademika Pressindo.

Arifin, Z., & Tasai, A. (2020). Kalimat efektif: Teori dan penerapan. Akademika Pressindo.

Azza, R., & Sukirno. (2023). Analisis diksi dalam wacana media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra, 18(2), 145–156.

Boyd, d. (2020). Social media and public discourse. Yale University Press.

Boyd, d. (2022). Networked publics and digital communication. Journal of Digital Culture, 9(1), 1–15.

Chaer, A. (2017). Linguistik umum. Rineka Cipta.

Chaer, A. (2019). Semantik bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Couldry, N., & Hepp, A. (2020). The mediated construction of reality. Polity Press.

Crystal, D. (2020). Language and the internet (3rd ed.). Cambridge University Press.

Crystal, D. (2023). Digital language and communication patterns. Journal of Linguistic Studies, 15(2), 101–115.

Entman, R. M. (2021). Framing theory and media analysis. Journal of Communication, 71(1), 1–16.

Fairclough, N. (2018). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.

Fairclough, N. (2022). Discourse, power, and ideology revisited. Discourse & Society, 33(4), 401–418.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2021). Social media: Back to the roots. Business Horizons, 64(1), 61–70.

Keraf, G. (2019). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.

Keraf, G. (2021). Argumentasi dan narasi. Gramedia Pustaka Utama.

KhosraviNik, M. (2020). Radical discourse in digital media. Critical Discourse Studies, 17(4), 427–444.

KhosraviNik, M. (2023). Digital media and ideological discourse. Journal of Language and Politics, 22(1), 1–20.

Muhammad Hasanal Muid, Heri Kusmanto, & Indra Fauzan. (2023). Perbandingan Konsep Negara Islam Analisis Pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani dan KH. Abdurahman Wahid. Perspektif, 12(1), 196–211. https://doi.org/10.31289/perspektif.v 12i1.8414

Puri, R., et al. (2024). Analisis framing dan diksi dalam wacana media digital. Jurnal Kajian Bahasa, 12(1), 25–40.

Rahayu, S., et al. (2023). Diksi dan pembentukan makna dalam media sosial. Jurnal Linguistik Terapan, 7(2), 88–99.

Reese, S. D. (2020). Framing theory revisited. Journalism Studies, 21(4), 1–15.

Rosalina, D., et al. (2024). Kritik wacana terhadap bahasa radikal di media sosial. Jurnal Analisis Wacana, 10(1), 55–70.

Sasaran, A., et al. (2025). Bahasa dan ideologi dalam wacana digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 1–15.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sudding, A., et al. (2025). Kalimat efektif dalam komunikasi digital. Jurnal Pendidikan Bahasa, 19(1), 33–47.

Swari, N., et al. (2024). Framing of eco-discourse in digital media. Journal of Discourse Studies, 16(2), 90–105.

Syakir Haziq, M., & Usiono. (2025). Studi literature review bahasa persuasif di media sosial. Jurnal Bahasa dan Media, 8(1), 10–24.

Tagg, C. (2020). Discourse of text messaging. Bloomsbury.

Utami, D., et al. (2023). Kalimat efektif pada konten media sosial. Jurnal Bahasa Indonesia, 11(2), 120–132.

Van Dijk, T. A. (2018). Discourse and ideology. Routledge.

Van Dijk, T. A. (2020). Ideological discourse in digital media. Discourse & Society, 31(1), 1–25.

Van Dijk, T. A. (2022). Power, ideology, and discourse. Journal of Language and Politics, 21(3), 305–320.

Van Leeuwen, T. (2021). Discourse and practice. Oxford University Press.

Wodak, R. (2021). The discourse of radicalism. Critical Discourse Studies, 18(3), 1–14.

Yulianti, N., & Setiawan, B. (2024). Analisis framing dalam wacana media sosial. Jurnal Linguistik dan Sastra, 9(1), 60–75.

Zappavigna, M. (2021). Searchable talk: Hashtags and social media discourse. Bloomsbury.

Zappavigna, M. (2023). Social media discourse and meaning-making. Journal of Pragmatics, 203, 12–25.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.