PERAN KARYA ILMIAH DALAM FORUM DISKUSI AKADEMIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RADIKALISME

Main Article Content

Gadis Ayu Lestari
Khoirul Wamri
Laudya Cyntia Bella
Rossalya Fitriyah Zahara
Said Rafid Hadi
Sani Putri Ramadani
Sindi Rahmadhini

Abstract

Radikalisme menjadi salah satu tantangan serius dalam dunia akademik karena dapat memengaruhi pola pikir dan sikap mahasiswa. Perguruan tinggi sebagai ruang ilmiah memiliki peran strategis dalam mencegah berkembangnya paham radikal melalui kegiatan akademik yang konstruktif, salah satunya melalui karya ilmiah dan forum diskusi akademik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran karya ilmiah dalam forum diskusi akademik sebagai upaya pencegahan radikalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelaah berbagai sumber pustaka, artikel ilmiah, serta fenomena diskusi akademik di lingkungan perguruan tinggi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa karya ilmiah berperan penting dalam membangun pola pikir kritis, rasional, dan berbasis data sehingga mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh ideologi radikal. Selain itu, forum diskusi akademik yang dilandasi karya ilmiah mampu menjadi ruang dialog terbuka yang mendorong sikap toleran, saling menghargai perbedaan, dan penyelesaian masalah secara argumentatif. Dengan demikian, penguatan budaya karya ilmiah dalam forum diskusi akademik dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam menangkal radikalisme di lingkungan kampus.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PERAN KARYA ILMIAH DALAM FORUM DISKUSI AKADEMIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RADIKALISME. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 12(1), 391-400. https://cibjournal.com/index.php/argopuro/article/view/6857

References

Anggraini, R., Putra, D. A., & Sari, M. (2023). Forum diskusi akademik sebagai sarana pembelajaran sosial dan penguatan toleransi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 18(2), 145–158.

Anggraini, R., Sari, M., & Putra, D. A. (2024). Pendidikan multikultural dan dialog terbuka sebagai strategi pencegahan radikalisme. Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial, 9(1), 33–45.

Arifin, Z. (2020). Penulisan karya ilmiah dan pengembangan berpikir kritis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arifin, Z., Rahman, A., & Hidayat, N. (2025). Moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan tinggi. Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 1–15.

Ashari, M. (2025). Literasi digital agama sebagai upaya pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Media Digital, 7(1), 22–34.

Asrori, M. (2020). Radikalisme dan tantangan pendidikan kritis. Malang: Universitas Negeri Malang Press.

Asyari, S. (2024). Radikalisme dan tantangan pendidikan di era global. Jurnal Sosial dan Humaniora, 12(1), 10–23.

Auzy, A., Hasan, R., & Karim, M. (2024). Pendidikan agama inklusif dan multikulturalisme dalam mencegah ekstremisme. Jurnal Studi Keislaman, 15(2), 89–104.

Azra, A. (2017). Pendidikan Islam dan tantangan radikalisme. Jakarta: Prenadamedia Group.

Brookfield, S. D. (2017). Becoming a critically reflective teacher. San Francisco: Jossey-Bass.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dewi, P., & Nugroho, A. (2021). Diskusi akademik berbasis karya ilmiah dalam pengembangan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan Tinggi, 6(2), 101–112.

Dewi, P., Rahmawati, L., & Santoso, B. (2024). Pendidikan kritis sebagai upaya pencegahan radikalisme di perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan dan Demokrasi, 11(1), 55–68.

Gokhale, A. A. (2019). Collaborative learning and critical thinking. Journal of Educational Strategies, 72(1), 22–30.

Horgan, J. (2018). The psychology of terrorism. London: Routledge.

Mayasari, D. (2022). Literasi kritis dan pencegahan wacana ekstrem di lingkungan akademik. Jurnal Literasi Pendidikan, 5(2), 77–89.

Mayasari, D. (2025). Pendekatan dialogis dalam pendidikan sebagai strategi pencegahan radikalisme. Jurnal Pendidikan Humanis, 10(1), 14–27.

Saminov, A. (2025). Preventing radicalism through education and community engagement. Journal of Social Education Studies, 8(1), 41–56.

Schmid, A. P. (2019). Radicalisation, de-radicalisation, counter-radicalisation: A conceptual discussion. The Hague: ICCT Research Paper.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutrisno. (2020). Budaya dialog dalam forum akademik. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 4(2), 90–102.

Suyanto, B., & Widodo, T. (2021). Pendidikan dan pencegahan radikalisme pada generasi muda. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 13(1), 25–39.

Zed, M. (2021). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.