PERMASALAHAN HUKUM PENERAPAN LEMBAGA VERJARING DALAM GUGATAN PERDATA: ANALISIS PUTUSAN JUDEX FACTI DAN JUDEX JURIS

Authors
  • Nasywaa Yunita Kusuma Nuur’ainii

    Universitas Esa Unggul
    Author
  • Sidi Ahyar Wiraguna

    Universitas Esa Unggul
    Author
Keywords:
verjaring, expiration, judex facti, judex juris, procedural justice, civil code
Abstract

The doctrine of res judicata in Indonesian civil law is an important instrument for creating legal certainty and encouraging entitled parties to exercise their rights immediately. However, in judicial practice, its application often raises complex legal issues, particularly regarding inconsistencies between the decisions of the judex facti and the judex juris. This study aims to analyze two main issues: (1) inconsistencies in the application of the statute of limitations in the decisions of the judex facti and judex juris in civil cases; and (2) the construction of legal doctrine and jurisprudence in providing guidelines for the application of the statute of limitations that is procedurally fair. Using a normative legal research method with a legislative and case approach, this study reveals significant disparities in determining the dies a quo, applying the statute of limitations, responding to statute of limitations exceptions, and interpreting the prevention of the statute of limitations (stuiting). The findings show that the tension between the principles of legal certainty and substantive justice is often not resolved consistently by judges. Therefore, doctrinal reconstruction and jurisprudential harmonization based on the principle of procedural justice are needed through an integrative model that combines formal verification, materiality testing, fairness considerations, and proportional decisions. Policy recommendations include the issuance of a Supreme Court Circular Letter or Perma that provides technical guidelines and periodic training for judges to create uniformity and fairness in the application of the verjaring institution.

References

Buku

Asshiddiqie, J. (2019). Pengantar ilmu hukum tata negara. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Fuady, M. (2013). Hukum perikatan: Teori dan praktik. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hernoko, Y. H. (2008). Hukum perjanjian: Asas proporsionalitas dalam kontrak komersial. Jakarta: Kencana.

Kansil, C. S. T. (2001). Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Mahfud, M. D. (2011). Politik hukum di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Marzuki, Peter Mahmud. 2016. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mertokusumo, S. (2010). Mengenal hukum: Suatu pengantar. Yogyakarta: Liberty.

Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Sidi Ahyar W, et all. Hukum Acara Perdata: Gugatan Dalam Hukum Acara Perdata”. Bandung: CV Widina Media Utama. 2024, hlm 138.

Subekti, R. dan R. Tjitrosudibio (penerjemah). 2004. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: Pradnya Paramita.

Subekti, R. 2001. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Syahrani, Riduan. 1989. Seluk Beluk dan Asas-Asas Hukum Perdata. Bandung: Alumni.

Syahrani, S. (2021). Hukum per Tinjauan historis dan perkembangan kontemporer. Bandung: Alumni.

Yamin, M. (2020). Asas-asas hukum perdata. Jakarta: Rajawali Pers.

Zainal, A. (2019). Metode penelitian hukum normatif dan empiris. Jakarta: Sinar Grafika.

Jurnal

Aditya, Zahwa Praditta, Thomas Andres Maryano, dan Evania Putri Yani. 2025. "Analisis Yuridis Terhadap Penentuan Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan Pembatalan Sertifikat Hak Atas Tanah". Jurnal Hukum, Vol. 1 No. 3, hlm. 215-228.

Arkanida, Kadek Sandi. 2021. "Pembuktian dan Daluwarsa dalam Hukum Perdata (Evidence and Expired in Civil Law)". Jurnal Hukum, Vol. 5 No. 2, Juli, hlm. 1-12.

Citrawan, M. (2024). Problematika dies a quo dalam sengketa pertanahan pasca-putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Hukum dan Peradilan, 13(1), 45–62. https://doi.org/10.33331/jhp.v13i1.45

Halipah, S., Purnama, R., Pratama, A., Suryadi, D., & Hidayat, T. (2023). Penentuan dies a quo dalam gugatan wanprestasi: Studi yurisprudensi pengadilan Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 15(2), 135–148.

Hipan, O. (2017). Penerapan jangka waktu kadaluarsa dalam gugatan per Antara ketentuan umum dan khusus. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 24(1), 60–75. https://doi.org/10.33763/iqi.v24i1.60

Isman. 2021. "Kumulasi Gugatan Antara Perbuatan Melawan Hukum Dan Wanprestasi". Jurnal Yudisial, Vol. 14 No. 1, hlm. 57-75.

Kurniawan, A., & Alfian, M. (2023). Dies a quo dalam gugatan perbuatan melawan hukum: Perspektif teori kausalitas dan yurisprudensi. Jurnal Hukum Pro Justitia, 41(2), 95–110.

Muwahid. 2017. "Metode Penemuan Hukum (Rechtsvinding) Oleh Hakim Dalam Upaya Mewujudkan Hukum Yang Responsif". Al-Hukama', Vol. 7 No. 1, hlm. 224-248.

Nurlaila, E. (2022). Harmonisasi yurisprudensi dalam penyelesaian sengketa perdata: Tantangan dan solusi. Jurnal Hukum Respublica, 22(3), 301–318.

Sumardjono, M. S. W. (2013). Hak ulayat di Indonesia: Antara regulasi dan praktik lapangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wiraguna, I. G. R. M., Purwanto, E. H., & Widjaja, G. (2024). Pendekatan metodologis dalam penelitian hukum kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian Hukum, 6(1), 45–58.

Peraturan Perundang-Undangan

Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. Staatblad 1847 Nomor 23.

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59.

Putusan Pengadilan

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 200 K/Sip/1974 tanggal 11 Desember 1975.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 1149 K/Sip/1975 tanggal 17 April 1975.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 2438 K/Sip/1980 tanggal 22 Maret 1982.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 125 K/Pdt.Sus-PHI/2016.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 650 K/Pdt/2015.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 1230 K/Pdt/2017.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 100/PUU-X/2012 tanggal 19 September 2013.

Pengadilan Negeri Polewali. Putusan Nomor 47/Pdt.G/2020/PN Pol tanggal 16 Februari 2021.

Pengadilan Negeri Tanah Grogot. Putusan Nomor 10/Pdt.G/2017/PN Tgt.

Pengadilan Tata Usaha Negara Tanjung Pinang. Putusan Nomor 29/G/2017/PTUN.TPI.

Dokumen Hukum Lainnya

Mahkamah Agung Republik Indonesia. "Rumusan Kamar Perdata (Perdata Khusus) Perselisihan Hubungan Industrial Kadaluarsa Menuntut Hak Pesangon". PDT.SUS/B.5/SEMA 4 2014.

Internet

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2026. https://putusan3.mahkamahagung.go.id.

Cover Image
Downloads
Published
2026-01-13
Section
Articles

How to Cite

PERMASALAHAN HUKUM PENERAPAN LEMBAGA VERJARING DALAM GUGATAN PERDATA: ANALISIS PUTUSAN JUDEX FACTI DAN JUDEX JURIS. (2026). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(3), 1041-1050. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/6397

Similar Articles

21-30 of 175

You may also start an advanced similarity search for this article.