NGEROROD DALAM TRADISI PERKAWINAN ADAT BALI NILAI MAKNA DAN PELESTARIANNYA

Authors
  • Wayan Deva Ananda

    Universitas Bandar Lampung
    Author
  • Zainudin Hasan

    Universitas Bandar Lampung
    Author
Keywords:
Bali, ngerorod, perkawinan adat, nilai budaya, pelestarian budaya, ritus perkawinan, identitas komunitas, hukum adat, dinamika modernisasi
Abstract

Artikel ini mengeksplorasi praktik ngerorod dalam tradisi perkawinan adat Bali, dengan fokus pada makna nilai-nilai yang terkandung, dinamika pelaksanaan, serta implikasi sosial dan budaya bagi komunitas Bali. Melalui kajian literatur antropologi budaya, sumber-sumber adat, serta studi kasus lapangan, penelitian ini mengurai bagaimana ngerorod berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas komunitas, pemeliharaan heirarki sosial, serta media simbolik untuk merayakan ikatan perkawinan antar keluarga. Penelitian ini juga menelaah bagaimana nilai-nilai kesetiaan, tanggung jawab keluarga, dan harmonisasi hubungan antar anggota desa direpresentasikan melalui ritus, pertukaran simbolis, dan norma-norma adat yang mengatur peran suami-istri, serta peran tokoh adat dalam pengesahan dan pengawasan pelaksanaan ritual. Selanjutnya, artikel membahas tantangan modernisasi, perubahan preferensi generasi muda, serta dinamika pelestarian budaya adat dalam konteks hukum nasional dan dinamika hak atas budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelestarian ngerorod bergantung pada upaya sinergis antara komunitas adat, institusi budaya, dan kebijakan perlindungan warisan budaya yang mengakui kelindan antara hak budaya dan nilai-nilai tradisi.

References

Atmadja, A. (1980). Pengamatan Terhadap Perkawinan Adat “Ngerorod” di Bali dengan Berlakunya Undang-Undang Perkawinan (Nomor 1/1974). Jurnal Hukum & Pembangunan, Vol.10 No.4.

Ardika, I. W. (2018). Warisan budaya dan identitas Bali dalam arus modernisasi. Denpasar: Udayana University Press.

Bagus, I. G. N. (2016). Kebudayaan Bali dalam dinamika globalisasi. Denpasar: Udayana University Press.

Dibia, I. W., & Ballinger, R. (2017). Balinese dance, drama, and music: A guide to the performing arts of Bali. Singapore: Tuttle Publishing.

Geriya, I. W. (2019). Transformasi budaya Bali menghadapi modernisasi. Denpasar: Pustaka Larasan.

Jayanti Ningrat, K. A., Sudiatmaka, K., & Adnyani, N. K. S. (2018). Perkawinan Ngerorod dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 (Studi Kasus di Desa Julah Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng). Jurnal Komunitas Yustisia, 1(3). E-Journal Undiksha

Mantra, I. B. (2018). Filsafat dan nilai-nilai budaya Bali. Denpasar: CV Kayumas Agung.

Suardana, I. W. E. (2021). Makna simbolik tradisi Ngerorod dalam perspektif budaya Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2), 145–157.

Sudiatmika, I. K. (2020). Tradisi Ngerorod: Kajian antropologi hukum terhadap perkawinan adat Bali. Jurnal Kajian Hukum dan Masyarakat, 8(1), 33–48.

Sudarta, I. K. (2022). Eksistensi hukum adat Bali dalam perkembangan hukum nasional. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Windia, W. (2019). Hukum adat Bali dan perubahan sosial budaya. Denpasar: Udayana University Press.

Wiana, I. K. (2017). Tri Hita Karana: Filosofi hidup masyarakat Bali. Denpasar: Paramita.

Zainudin Hasan. (2025). Hukum Adat. UBL Press. Bandar Lampung. 36

Cover Image
Downloads
Published
2025-11-03
Section
Articles

How to Cite

NGEROROD DALAM TRADISI PERKAWINAN ADAT BALI NILAI MAKNA DAN PELESTARIANNYA. (2025). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(1), 241-250. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/1040

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 748

You may also start an advanced similarity search for this article.