Ponsel pintar telah menjadi perangkat penting dalam aktivitas sehari-hari, namun penggunaan yang intensif juga meningkatkan risiko terhadap serangan malware terutama ketika pengguna memasang aplikasi dari sumber tidak resmi. Penelitian ini berfokus pada tingkat kesadaran siswa MAN 3 Kota Jambi terkait ancaman malware serta analisis perilaku instalasi aplikasi mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan delapan jurnal Indonesia terkait deteksi malware, keamanan mobile, dan perilaku digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung meremehkan ancaman malware dan sering memasang APK pihak ketiga tanpa mempertimbangkan izin maupun keamanan sumbernya. Temuan ini menguatkan pentingnya program literasi digital yang terstruktur di lingkungan pendidikan.
You may also start an advanced similarity search for this article.