Perkembangan jumlah anggota keluarga sering kali menyebabkan perubahan kebutuhan ruang dalam hunian, terutama pada unit rumah susun sederhana dengan luasan terbatas seperti tipe 21 dan 28. Penelitian ini bertujuan untuk merancang modul dasar hunian yang memungkinkan adaptasi ruang terhadap perubahan kebutuhan tersebut. Proses dimulai dengan perancangan dimensi modul dari kedua tipe unit, kemudian dilakukan simulasi pertambahan ruang (misalnya penambahan kamar tidur) seiring bertambahnya anggota keluarga. Simulasi ini kemudian dievaluasi menggunakan kriteria hunian layak berdasarkan standar nasional dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip modular memungkinkan pengembangan ruang yang fleksibel dan tetap memenuhi standar kenyamanan serta kebutuhan minimum ruang hidup. Penelitian ini juga menjadi dasar dalam menyusun pendekatan desain arsitektur rumah susun yang lebih adaptif terhadap dinamika keluarga urban.
You may also start an advanced similarity search for this article.