Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kota kuliner kreatif di Jawa Timur. Sektor kuliner merupakan bagian utama dari industri kreatif daerah, dengan persentase mencapai 26,92% dari total usaha kreatif. Potensi ini didukung oleh keberadaan produk unggulan lokal seperti udang dan bandeng, serta jumlah pengusaha UKM yang cukup besar, yaitu lebih dari 207.000 unit. Namun, masih ada beberapa tantangan, seperti kurangnya keberlanjutan usaha, rendahnya penggunaan teknologi (95,15% proses produksi masih dilakukan secara manual), serta ketersediaan tenaga kerja yang terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode SWOT dan analisis perencanaan fasilitas pelatihan. Hasilnya adalah strategi pengembangan yang menitikberatkan pada penguatan sistem pelatihan, penggunaan teknologi digital, penguatan kerja sama antar pihak, serta peningkatan identitas kuliner yang berbasis pada budaya lokal. Desain fasilitas pelatihan yang terpadu, mencakup inkubasi bisnis, pengembangan produk, pemasaran digital, dan penguatan merek daerah, diharapkan dapat meningkatkan daya saing Sidoarjo secara nasional sebagai kota kuliner kreatif yang berkelanjutan.
You may also start an advanced similarity search for this article.