Abstract
Kekerasan antar saudara dalam keluarga masih kerap terjadi, meski keluarga seharusnya menjadi ruang aman bagi remaja. Kasus yang dibahas dalam artikel ini menunjukkan bahwa pola asuh yang keras, kurangnya komunikasi, dan ketidakadilan perhatian orang tua dapat memicu konflik yang kemudian berkembang menjadi kekerasan domestik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara untuk memahami fenomena dan dampaknya. Hasilnya memperlihatkan bahwa subjek mengalami kecemasan, rendah diri, rasa takut, ketidaknyamanan di rumah, serta kesulitan dalam membangun relasi sosial yang sehat. Fenomena ini menegaskan bahwa keluarga yang gagal menjalankan fungsi kasih sayang dan perlindungan dapat menjadi sumber trauma bagi remaja. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran orang tua, remaja, pendidik, serta lembaga sosial dalam mencegah kekerasan dan menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan suportif.
References
Ajhuri, K. F. (2019). Psikologi perkembangan: Pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Penebar Media Pustaka. ISBN 978-623-7135-48-7.
Arini, D. (2021). Teori perkembangan psikososial Erik Erikson dan implikasinya terhadap pendidikan karakter remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 112–122. https://doi.org/10.26858/jpkk.v7i2.27342
Dewi, N. M., & Indrawati, E. (2024). Pengaruh pola asuh otoriter orang tua dan regulasi emosi terhadap sibling rivalry pada remaja di Kecamatan Tebet. IKRAITH-Humaniora, 9(2), 49–58. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v9i2.4351
Hurlock, E. B. (2004). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2021). Laporan kekerasan terhadap anak di Indonesia tahun 2021. Jakarta: KemenPPPA.
Kholil, A. I., Saudi, A. N. A., & Umar, M. F. R. (2025). Analisis pengaruh tipe pola asuh terhadap sibling rivalry pada remaja di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 5(1), 15–22. https://doi.org/10.56326/jpk.v5i1.5587
Prameswari, D., Aditya, A. M., & Saudi, A. N. A. (2024). Pengaruh persepsi perlakuan orang tua ke anak terhadap sibling rivalry. Jurnal Psikologi Karakter, 4(2), 588–592. https://doi.org/10.56326/jpk.v4i2.3754
Putri, A. D., & Prasetyo, H. (2020). Dampak kekerasan dalam keluarga terhadap perkembangan emosi anak remaja. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 12(1), 45–56.*
Rahmadani, E., & Sutrisna, M. (2022). Hubungan peran orang tua dengan sibling rivalry pada anak usia 3–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 10(2), 274–279. https://doi.org/10.37676/jnph.v10i2.3209
Santrock, J. W. (2018). Life-span development (16th ed.). McGraw-Hill Education.
Yuliani, R., & Sari, D. P. (2022). Hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresif remaja di lingkungan keluarga disfungsional. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 11(3), 178–190. https://doi.org/10.24123/jpkm.v11i3.4821