Abstract
Abstrak
Komunikasi dalam keluarga memegang peran penting dalam membentuk kepribadian dan karakter anak. Melalui komunikasi yang terbuka, anak belajar mengekspresikan perasaan, memahami nilai moral, serta mengembangkan empati terhadap orang lain (Rofingah & Mahpur, 2018). Komunikasi yang terbuka adalah komunikasi yang memungkinkan penyampai pesan dan penerima pesan dapat memahami apa yang ingin dicapai dalam sebuah komunikasi yang sedang dijalankan. Orang tua sebagai penyampai pesan dan anak sebagai penerima pesan menduduki posisi yang sama dalam pertukaran pesan komunikasi yang sedang mereka bangun. Namun, kurangnya pembiasaan komunikasi terbuka sering kali menyebabkan munculnya jarak emosional antara orang tua dan anak. Kondisi ini menghambat proses pembentukan karakter positif, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan (Yuhada & Ramadhana, 2023). Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga dengan komunikasi tertutup cenderung mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi, menurunnya rasa percaya diri, serta kecenderungan berperilaku menyimpang (Khalidaziah & Yuliana, 2023). Sebaliknya, komunikasi terbuka yang ditandai dengan kehangatan, kepercayaan, dan empati dari orang tua dapat menumbuhkan karakter anak yang percaya diri, berakhlak, dan mampu bersosialisasi dengan baik (Ramadhana, 2016). Dengan demikian, pembiasaan komunikasi terbuka menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak. Orang tua perlu menanamkan kebiasaan berdialog, mendengarkan anak dengan empati, serta menciptakan suasana keluarga yang hangat dan saling menghargai agar perkembangan karakter anak berlangsung optimal (Yuliani, 2023).
References
Haulussy, M. S., & Lopulalan, D. L. Y. (2022). Pola komunikasi keluarga dalam pembentukan kepribadian anak di Dusun Iha, Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura, 1(2), 117–131.
Sutika, I. M. (2017). Pola komunikasi keluarga dalam pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga. Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya, 8(2), 505–514. Universitas Dwijendra
Jayanti, U. F., & Palupi, M. A. (2020). Keterbukaan diri anak kepada orang tua mengenai hubungan asmara. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Khalidaziah, K., & Yuliana, N. (2023). Pengaruh kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua yang disebabkan oleh perceraian. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(5), 157–161.
Rahmawati, P. A. (2014). Hubungan antara kepercayaan dan keterbukaan diri terhadap orangtua dengan perilaku memaafkan pada remaja yang mengalami keluarga broken home. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(3).
Ramadhana, M. R. (2016). Keterbukaan diri dalam komunikasi orangtua dan anak. Jurnal Komunikasi dan Keluarga, 4(2), 101–112.
Rofingah, R., & Mahpur, M. (2018). Pola komunikasi keluarga dan pembentukan karakter anak. Jurnal Psikologi Islam, 5(2), 145–155.
Saputri, I. H. Y., Sukarelawati, S., & Kusumadinata, A. A. (2022). Komunikasi interpersonal diadik antara anak dan orang tua tiri dalam keluarga. Jurnal Komunikatio, 8(1), 55–66.
Yuhada, Y., & Ramadhana, M. R. (2023). Keterbukaan diri remaja akhir dalam komunikasi keluarga strict parents di Bandung. Jurnal Komunikasi Keluarga, 8(2), 89–99.
Yuliani, D. (2023). Komunikasi keluarga dalam pembentukan karakter anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 45–52.
Ardian, M., Safitri, N. K., & Khotimah, K. (2023). Kurangnya komunikasi dalam keluarga: Faktor, dampak, dan solusi. Jurnal Publik: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Politik dan Pemerintahan, 8(2), 505–514.
Nur’aeni, F., & Lubis, M. (2022). Pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan
Sari, S. L., Devianti, R., & Safitri, N. (2018). Kelekatan orangtua untuk pembentukan karakter anak. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 2(2), 42–50
Fensi, F. (2018). Membangun komunikasi interpersonal orang tua dengan anak dalam keluarga. Jurnal Pengabdian dan Kewirausahaan (JPK), 1(1), 15–22.
Rofingah, & Mahpur. (2018). Efektivitas komunikasi berkualitas untuk meningkatkan kehangatan dalam pengasuhan pada orangtua sibuk bekerja di KB-TK IT Al-Hikmah. Jurnal Psikologi, 15(2), 120–132.
Juliawati, J., & Destiwati, R. (2022). Keterbukaan diri remaja akhir dalam komunikasi keluarga strict parents di Bandung. Jurnal Komunikasi, 14(2), 123–134.
Istiqomah, I., Nurhadi, Z. F., & Hermawan, R. (2018). Komunikasi di dalam keluarga antara orang tua pekerja dan anak di Kota Surakarta. Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam (JKKP), 8(2), 127–138.
Rinawati, R., & Fardiah, D. (2016). Effectiveness of interpersonal communication in the prevention of violence against children. Jurnal Penelitian Komunikasi, 19(1).
Ismah, S. (2016). Komunikasi antar pribadi pada keluarga broken home (studi kasus Perumahan Graha Walantaka) (Skripsi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa).
Astriani, R., & Puspita, R. (2025). Komunikasi keluarga terhadap keterbukaan diri mahasiswa perantau. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1), 63–72.
Mumtaz, A., Noor Rakhmad, W., & Naryoso, A. (2024). Hubungan pola asuh otoritatif dan intensitas komunikasi jarak jauh orang tua-anak dengan keterbukaan diri mahasiswa perantau terhadap keluarga. Interaksi Online, 12(3), 824-832.
Sumartono, & Rizaldi, J. M. (2017). Kualitas komunikasi keluarga dan tingkat keakraban pada anak. Jurnal Komunikologi, 14(2), 89–97. Universitas Sam Ratulangi.
Saputri, I. H. Y., Sukarelawati, S., & Kusumadinata, A. A. (2022). Komunikasi interpersonal diadik antara anak dan orang tua tiri dalam keluarga. Jurnal Komunikatio, 8(1), 55–66..