Abstract
Fenomena fatherless atau ketiadaan peran ayah dalam keluarga semakin marak terjadi di masyarakat modern Indonesia dan menjadi perhatian serius karena berdampak pada perkembangan remaja. Penelitian ini disusun menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai jurnal dan artikel ilmiah terbitan tahun 2015–2024 yang membahas hubungan antara fatherless dan kenakalan remaja. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa absennya ayah, baik secara fisik maupun emosional, berpengaruh negatif terhadap kondisi psikologis dan perilaku remaja. Remaja yang tumbuh tanpa figur ayah umumnya memiliki kontrol diri yang lemah, kesulitan menemukan jati diri, serta lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan pertemanan yang tidak positif. Kondisi ini mendorong munculnya perilaku menyimpang seperti pelanggaran norma, agresivitas, dan kenakalan di lingkungan sosial maupun sekolah. Meskipun hubungan antara fatherless dan kenakalan remaja bersifat korelatif, berbagai temuan menunjukkan bahwa peran ayah sangat penting dalam membentuk moralitas, kedisiplinan, dan kestabilan emosi anak. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan urgensi keterlibatan ayah dalam pengasuhan serta perlunya penguatan fungsi keluarga sebagai langkah preventif untuk menekan angka kenakalan remaja di Indonesia.
References
Anesti, F., & Abdullah, R. (2020). Fenomena fatherlessness dan dampaknya dalam keluarga. Jurnal Psikologi, 12(2), 45–56.
Anesti, Y., & Abdullah, M. N. A. (2024). Fenomena fatherless: Penyebab dan konsekuensi terhadap anak dan keluarga. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 200–206.
Annisah, & Afifah. (2020). Peran pendidikan ketarunaan dalam mengatasi kenakalan remaja. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 145–154.
Anshary, M., & Abdullah, R. (2021). Fatherless dan implikasinya terhadap perkembangan remaja. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 9(1), 22–30.
Anshary, S. A. R., & Abdullah, M. N. A. (2023). Fatherless: Luka tersembunyi akibat perceraian yang memengaruhi perilaku remaja. Jurnal Konseling dan Psikologi Islam, 5(1), 33–41.
Ashari, L. (2021). Pengaruh fatherless terhadap perkembangan psikologis anak di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(3), 301–308.
Ashari, Y. (2023). Fatherless in Indonesia and its impact on children’s psychological development. Jurnal Psikologi dan Perkembangan Anak Indonesia, 4(1), 45–53.
Brillyana, A. Y. (2021). Pengaruh keterlibatan ayah terhadap kecenderungan perilaku kenakalan remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(2), 134–142.
Damaianti, V. (2009). Metode penelitian bahasa: Panduan praktis penelitian linguistik. Bandung: PT Refika Aditama.
Dewi, P. A. R. K., & Nurcahyo, F. A. (2022). Peran keterlibatan ayah terhadap regulasi emosi remaja. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 102–111.
Elfemi, N., Yuhelna, Y., & Anggreta, D. K. (2022). Sosialisasi penanggulangan kenakalan remaja: Upaya preventif pada remaja awal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 177–184.
Ellis, B. J., Schlomer, G. L., Tilley, E. H., & Butler, E. A. (2017). Impact of father absence on adolescent problem behaviors. Journal of Youth and Adolescence, 46(1), 1–12.
Emzir. (2019). Metodologi penelitian pendidikan: Kuantitatif dan kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Fajriyanti, A., Safitri, D., & Sujarwo. (2021). Fenomena fatherless di Indonesia. The Indonesian Journal of Social Studies, 4(1), 23–34.
Fraenkel, J. R., & Wallen, N. E. (2008). How to design and evaluate research in education (7th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Hanifah, G., Dhea, G. R., et al. (2023). Analisis dampak fatherless terhadap kondisi sosioemosional remaja. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 5(2), 78–89.
Harper, C., & McLanahan, S. (2004). Father absence and youth incarceration. Social Service Review, 78(1), 3–28.
Kitchenham, B. (2004). Procedures for performing systematic reviews. Keele University Technical Report TR/SE-0401.
Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development (5th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Lestari, P. (2012). Fenomena kenakalan remaja di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 18(4), 467–479.
Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Mahesha, A., Anggraeni, D., & Adriansyah, M. I. (2022). Mengungkap kenakalan remaja: Penyebab, dampak, dan solusi. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 10(2), 101–113.
Mahesha, A., Anggraeni, D., & Adriansyah, M. I. (2022). Mengungkap kenakalan remaja: Penyebab, dampak, dan solusi. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(7), 307–315.
Mahesha, M., Anggraeni, D., & Adriansyah, M. (2022). Faktor keluarga dan kenakalan remaja. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 11(2), 98–107.
McMillan, J. H., & Schumacher, S. (2006). Metodologi penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Musthofa, M. H., & Arfensia, D. S. (2024). Dampak psikologis kurangnya peran ayah (fatherless). Jurnal Soul: Humaniora dan Psikologi, 8(1), 13–24.
Nurmalasari, F., Fitrayani, N., Paramitha, W. D., & Azzahra, F. (2024). Dampak ketiadaan peran ayah terhadap pencapaian akademik remaja: Kajian sistematik. Jurnal Psikologi Pertumbuhan & Perkembangan, 1(4).
Ntoma, V. N., & Kusmawati, A. (2024). Dampak fatherless terhadap kenakalan remaja. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(4), 139–148.
Putri, R. A., Puriani, D., & Novirson, F. (2023). Faktor psikologis dan sosial dalam kenakalan remaja. Jurnal Pendidikan dan Psikologi Indonesia, 7(1), 55–64.
Putri, S., Puriani, R. A., & Novirson, R. (2023). Kenakalan remaja dan dampak psikologisnya pada siswa SMA di Palembang. Jurnal Psikologi Universitas Sriwijaya, 5(2), 87–97.
Putri, T. M., & Roswiyani. (2023). Hubungan kontrol diri dan kenakalan pada remaja akhir yang mengalami fatherless. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 2012–2024.
Rahmania Anshary, S. A., & Abdullah, M. N. A. (2023). Fatherless dan pengaruhnya terhadap perilaku remaja. Jurnal Psikologi Sosial Indonesia, 2(1), 45–54.
Rohner, R. P., & Veneziano, R. A. (2001). The importance of father love: History and contemporary evidence. Review of General Psychology, 5(4), 382–405.
Sinaga, Z., et al. (2023). Dampak kenakalan remaja dan psikoedukasi sebagai solusi. Jurnal Konseling dan Psikoedukasi, 4(1), 56–65.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Sona, D., & Linsiya, R. W. (2023). Fenomena fatherless dari perspektif gender. Jurnal Sosiologi dan Gender, 3(2), 72–84.
Sona, R., & Linsiya, D. (2022). Dampak fatherless berdasarkan gender terhadap remaja. Jurnal Psikologi Perkembangan, 4(2), 120–130.
Wulandari, H., & Shafarani, M. U. D. (2022). Peran ayah dalam perkembangan anak usia dini di tengah fenomena fatherless society. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 88–97.