PENTINGNYA KOMUNIKASI DUA ARAH ANTARA ORANG TUA DAN ANAK UNTUK MENINGKATKAN KETERBUKAAN DAN KEPERCAYAAN DALAM KELUARGA
pdf

Keywords

Komunikasi Keluarga
Kepercayaan
Keterbukaan

How to Cite

PENTINGNYA KOMUNIKASI DUA ARAH ANTARA ORANG TUA DAN ANAK UNTUK MENINGKATKAN KETERBUKAAN DAN KEPERCAYAAN DALAM KELUARGA. (2025). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 17(1), 201-210. https://cibjournal.com/index.php/liberosis/article/view/3155

Abstract

Family communication is an essential aspect that helps build a positive relationship between parents and children. When communication occurs honestly and both parties listen to each other, it serves not only as a means of sharing information but also as an important way to foster trust and openness within the family. The study employs a literature review method by analyzing previous research that examined the role of family communication in shaping children’s emotional relationships. The findings indicate that effective communication characterized by empathy, respect for the child’s opinions, and the creation of a safe atmosphere for dialogue has a positive impact on strengthening children’s trust in their parents and encouraging them to express their thoughts and feelings more openly. Conversely, closed and one-way communication may create emotional distance, cause children to withdraw, and reduce their trust toward their parents. Based on these findings, it is recommended that parents adopt a more active and participative communication pattern. In addition, educational institutions and broader communication can play an important role in improving the understanding and practice of effective family communication on an ongoing basis.

 

Komunikasi dalam keluarga merupakan hal penting yang membantu membangun hubungan yang baik antara orang tua dan anak. Ketika komunikasi terjadi secara jujur dan orang tua serta anak saling mendengarkan, hal itu bukan hanya sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi cara penting dalammembangun rasa percaya dan terbuka antara kedua belah pihak. Artikel ini membahas pentingnya komunikasi orang tua dan anak dalam meningkatkan rasa percaya dan keterbukaan di dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode dengan menganalisis berbagai penelitian sebelumnya yang membicarakan peran komunikasi dalam keluarga terhadap hubungan emosional anak. Hasilnya Menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif, yang ditandai dengan sikap empati, menghargai pendapat anak, serta menciptakan suasana yang aman untuk berbicara, memiliki dampak positif terhadap meningkatnya rasa percaya anak terhadap orang tuanya dan mendorong anak untuk terbuka dalam menyampaikan perasaan dan pikirannya. Sebaliknya, jika komunikasi tertutup dan hanya satu arah, maka bisa menciptakan jarak emosional, membuat anak menarik diri, serta mengurangi rasa percaya anak terhadap orang tua. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar orang tua menggunakan pola komunikasi yang lebih aktif dan partisipatif. Selain itu, lembaga pendidikan serta masyarakat juga bisa berperan dalam meningkatkan pemahaman mengenai komunikasi keluarga secara berkelanjutan.

pdf

References

Aini, N 2024. Pengaruh Lingkungan terhadap Pendidikan Anak. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, Vol. 2 No. 2, 34-42.

Alford, C., Smetana, J. G., & Comer, J. 2022. Parent–Adolescent Communication and Trust Development. Journal of Family Psychology, 36(2), 251–264.

Bowen, M. 1978. Family Therapy in Clinical Practice. Jason Aronson.

Buber, M. 1958. I and Thou. Charles Scribner’s Sons.

DeVito, J. A. 2019. The Interpersonal Communication Book (15th ed.). Pearson Education.

Fitriani, R., & Wulandari, S. 2021. Pola Komunikasi Keluarga dan Masalah Internalisasi-Eksternalisasi pada Remaja di Indonesia. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 85–98.

Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. 2020. Psikologi untuk Keluarga. BPK Gunung Mulia.

Hasbi, A. 2020. Hubungan Antara Komunikasi Efektif dalam Keluarga Sebagai Alat Penghubung Orang Tua dan Anak. Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 8 (1), 45-49

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2023. Panduan Komunikasi Efektif dalam Keluarga.

Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. 2002. Toward A Theory of Family Communication.Communication Theory, 12(1), 70–91.

Lee, C., & Ward, R. 2019. Parental Support and Adolescent Well-Being: The Mediating Role of Open Communication. Journal of Child and Family Studies, 28(3), 782–795.

Lestari, Yuli Puji dan Siti Nur Azizah. 2023. Program Peningkatan Kesejahteraan Kapasitas Keluarga di Jawa Tengah. Jurnal Kesejahteraan Keluarga, 18 (1), 22-31

McDaniel, B. T., & Radesky, J. S. 2018. Technoference: Parent Distraction with Technology and Associations with Child Behavior Problems. Child Development, 89(1), 100–109.

Mulyana, D. 2002. Metodologi Penelitian Komunikasi: Suatu Pengantar. Remaja Rosdakarya.

Nikolajević, L., & Babić, M. 2021. Adolescents’ Perceptions of Family Communication Quality. Croatian Journal of Education, 23(2), 389–414.

Nurbaiti, D., & Prasetyo, R. 2022. Pola Komunikasi Keluarga dalam Konteks Budaya Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 7(2), 112–126.

Pratiwi, R. 2020. Pola Komunikasi Keluarga dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Remaja. Jurnal Komunikasi Keluarga, 6(2), 95–108.

Putri, A. D., & Andayani, T. R. 2021. Peran Sekolah dalam Membangun Komunikasi Efektifantara Orang Tua dan Anak di Era Digital. Jurnal Pendidikan Keluarga, 13(1), 45–58.

Putri, D. A., & Hidayat, R. 2020. Peran Komunikasi Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi, 4(2), 899–910.

Rahmawati, I. 2021. Pola Komunikasi Keluarga dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Emosional Anak. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan, 5(1), 35–47.

Santrock, J. W. 2018. Adolescence, 17th ed. McGraw-Hill Education.

Smetana, J. G., & Rote, W. M. 2015. Adolescent–Parent Relationships: Progress, Processes, and Prospects. Annual Review of Psychology, 66, 41–68.

Zakira, Tuffah, Joyo Nur Suryanto Gono, dan S. Rouli Manalu 2024. Pengaruh Intensitas Komunikasi dan Pola Komunikasi Keluarga terhadap Hubungan Orang Tua dan Anak di Perkotaan. Jurnal Ilmiah Komunikasi Keluarga, 9 (2), 142-150.