Abstract
Stres akademik merupakan kondisi tekanan psikologis yang dialami siswa dan mahasiswa akibat tuntutan akademik yang tinggi, seperti beban tugas, tekanan pencapaian prestasi, serta keterbatasan waktu belajar. Kondisi ini berpotensi berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental individu apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres akademik terhadap kesejahteraan mental siswa dan mahasiswa di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 100 responden siswa SMA/sederajat dan mahasiswa Generasi Z berusia 15–25 tahun, yang ditentukan menggunakan teknik Slovin. Variabel stres akademik diukur melalui indikator tekanan akademik, tekanan dari diri sendiri, beban kerja, manajemen waktu, serta reaksi fisik, emosional, dan perilaku. Sementara itu, kesejahteraan mental diukur melalui aspek kesejahteraan emosional, fungsi psikologis, kesejahteraan sosial, fungsi produktif, dan kemampuan coping terhadap stres. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kesejahteraan mental siswa dan mahasiswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 dan koefisien determinasi sebesar 9%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan stres akademik diikuti dengan penurunan tingkat kesejahteraan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan stres akademik serta dukungan lingkungan pendidikan yang kondusif sangat penting dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan mental siswa dan mahasiswa.
References
Fikri Faturahman, H., Novianty, L., & Rahayu, R. (2023). Hubungan Stres Akademik Dan Ketakutan Akan Kegagalan Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi. Jurnal Health Society, 12(2), 105–110. https://doi.org/10.62094/jhs.v12i2.109
Karyati, E., & Julisawati, E. A. (2025). Kesehatan Mental Mahasiswa di Era Digital : Tinjauan Literatur Psikologi Klinis dan Sosial. 1(2), 442–451. https://doi.org/doi.org/10.63822/pmx2a928
Maha, S., Sohna Simangunsong, I., & Martiati. (2025). Analisis Kesehatan Mental pada Remaja: Literatur Review. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Gizi, 3(3), 66–89. https://scholar.google.com/scholar?as_ylo=2025&q=kesehatan+mental+pada+remaja&hl=id&as_sdt=0,5
Misra, R., & Castillo, L. (2004). Academic Stress Among College Students: Comparison of American and International Students. International Journal of Stress Management, 11, 132–148. https://doi.org/10.1037/1072-5245.11.2.132
Norhidayah, M. R., Kusumawati, E., & Rina, A. P. (2025). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pychological Well Being pada Mahasiswa di Indonesia : A Systematic Scoping Review. 3.
Nurlaila, S., Hanurawan, F., Eva, N., & Chusniyah, T. (2024). Efektivitas pelatihan resiliensi untuk menurunkan stres akademik mahasiswa : Randomized PreTest , PostTest and Follow-Up Effectiveness of resilience training to reduce academic stress in college students : Abstrak Pendahuluan Stres akademik adalah kondisi. Jurnal Psikologi Indonesia, 13(1), 34–53.
Shahzad, M. F., Xu, S., Lim, W. M., Yang, X., & Khan, Q. R. (2024). Artificial intelligence and social media on academic performance and mental well-being: Student perceptions of positive impact in the age of smart learning. Heliyon, 10(8). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e29523
Wardatun Toyiba Aulia Putri, Rr. Setyawati, Dinar Sari Eka Dewi, I. N. M. (2025). Mahasiswa Luar Jawa Di Perguruan Tinggi Di Purwokerto. 2(2), 191–209.
World Health Organization. (2018). Mental Health: Strengthening Our Response. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response