Abstract
Hubungan positif dengan orang lain merupakan salah satu dimensi penting dalam kesejahteraan psikologis karyawan, terutama pada lingkungan kerja operasional dengan tuntutan kerja tinggi seperti Distribution Center (DC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran hubungan positif dengan orang lain dalam mendukung kesejahteraan psikologis karyawan operator DC Cakung di PT Nusantara Ekspres Kilat (Shopee Express). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap karyawan operator DC yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan interpersonal antara karyawan, rekan kerja, dan leader tergolong baik, ditandai dengan komunikasi yang terbuka, kerja sama tim yang solid, serta adanya dukungan sosial di lingkungan kerja. Hubungan positif tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan kerja, kepercayaan diri, dan kesejahteraan psikologis karyawan, sehingga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung efektivitas kerja karyawan operator DC.
References
Berger, A. (2010). Review: Happiness at Work. Basil & Spice.
Cortés-Rodríguez, M., Galindo-Villardón, P., Sánchez-Barba, M., Jarauta-Bragulat, E., & Urchaga-Litago, J. D. (2023). Analysis of Psychological Well-Being from a Compositional Data Analysis Perspective: A New Approach. Behavioral Sciences, 13(11). https://doi.org/10.3390/bs13110926
Dewi, R. P., & Wardhani, N. K. (2023). Workplace wellbeing dan employee engagement pada karyawan: Menguji peranan resiliensi sebagai mediator. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 12(1), 19–33. https://doi.org/10.30996/persona.v12i1.8574
Fridayanti, F., Kardinah, N., & Fitri, T. J. N. (2019). Peran Workplace Well-being terhadap Mental Health: Studi pada Karyawan Disabilitas. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 191–200. https://doi.org/10.15575/psy.v6i2.5754
Hayatul, H., Afuan, M., & Silvia, E. D. (2025). Pengaruh Kesejahteraan Karyawan dan Hubungan Interpersonal terhadap Produktivitas Kerja dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening di PTP Inti 4 Kinali Pasaman Barat. Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen Dan Kewirausahaan, 3(1), 236–246. https://doi.org/10.61132/maeswara.v3i1.1640
Kusomo, A. A. N. (2025). A Systematic Evaluation of Ryff’s Psychological Well-Being and The Implications fpr Cross-Cultural Validity as Well as Spiritual Values. Jurnal Empati, 14(6), 518–530.
Purnama, D. S., Farozin, M., & Astuti, B. (2022). The Ryff’s Psychological Well-Being Scale for Indonesian Higher Education Students: A RASCH Model Analysis. IRJE |Indonesian Research Journal in Education| |Vol, 6(2), 222–231. https://doi.org/10.22437/irje.v6i2.20086
Rahama, K., & Izzati, U. A. (2021). Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being pada Karyawan. 8(7).
Sari, J., & Yuniasanti, R. (2023). The correlation between experienced workplace incivility with the psychological well-being of employees. Psikologia: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 18(1), 2023.
Sinaga, Z. V., Fitri, N. K., Zahra, N. M., Khasanah, A., Ardiningrum, N. A., & Mangundjaya, W. L. (2024). Peran Kepemimpinan Terhadap Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well-Being) Karyawan di Tempat Kerja: Literatur Review. Jurnal Greenation Sosial Dan Politik, 2(3). https://doi.org/10.38035/jgsp.v2i3
Tasema, J. K. (2018). Hubungan Antara Psychological Well Being dan Kepuasan Kerja pada Karyawan di Kantor X. Jurnal Maneksi, 7(1).