LAPORAN HASIL WAWANCARA: ANALISIS KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BARISTA DI TOKO KOPI MAJA
pdf

Keywords

kesejahteraan psikologis, barista, work-life balance, kepuasan kerja

How to Cite

LAPORAN HASIL WAWANCARA: ANALISIS KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BARISTA DI TOKO KOPI MAJA. (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 17(2), 161-170. https://cibjournal.com/index.php/liberosis/article/view/5756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi kesejahteraan psikologis barista di Toko Kopi Maja yang menjalani peran ganda sebagai karyawan sekaligus mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap satu orang barista sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan mengaitkan temuan penelitian dengan konsep kesejahteraan psikologis, keseimbangan kerja dan kehidupan (work-life balance), serta kepuasan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis barista berada dalam kondisi yang cukup baik. Hal ini didukung oleh lingkungan kerja yang nyaman, komunikasi yang terbuka dengan atasan, fleksibilitas waktu kerja, serta dukungan terhadap prioritas pendidikan subjek. Subjek mampu mengelola tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi melalui pengaturan waktu yang terencana serta pemanfaatan waktu istirahat secara efektif. Tingkat kepuasan kerja berada pada kategori sedang, di mana kepuasan diperoleh dari hubungan kerja yang positif, rasa bermakna dalam pekerjaan, serta kesempatan untuk mengembangkan diri, sementara ketidakpuasan muncul karena pekerjaan yang dijalani belum sepenuhnya sejalan dengan rencana karier jangka panjang. Temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis barista lebih banyak dipengaruhi oleh faktor non-material dibandingkan faktor material.

pdf

References

[1] T. Suhartini, I. Gunawan, and M. Falah, “ANALISIS DAMPAK EMPLOYEE WELL-BEING TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA : PERSPEKTIF MANAJEMEN SUMBER,” vol. 4, no. 2024, pp. 1–9, 2025.

[2] D. Tri, W. Ningrum, and W. L. Mangundjaya, “Kesejahteraan Psikologis Sebagai Salah Satu Prediktor Kepuasan Kerja Karyawan,” vol. 3, no. 3, pp. 610–618, 2024.

[3] W. Tanujaya, “HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ( PSYCHOLOGICAL WELL BEING ) PADA KARYAWAN CLEANER ( STUDI PADA KARYAWAN CLEANER YANG MENERIMA GAJI TIDAK SESUAI STANDAR UMP DI PT . SINERGI INTEGRA SERVICES , JAKARTA ),” no. November 2011, 2012.

[4] M. Rosanta, G. Saragih, and R. Yuniasanti, “Work Engagement dan Psychological Well-Being pada Karyawan Milenial,” vol. 1, no. 2, pp. 57–67, 2023.

[5] F. Ilmu, S. Dan, I. Politik, and U. M. Jakarta, “Pengaruh Sikap Pelayanan Barista Maxx Coffee Cideng Terhadap Kepuasan Pelanggan,” no. November, 2024.

[6] P. K. Kerja, W. Balance, and K. Kerja, “Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi , Keuangan & Bisnis Syariah Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi , Keuangan & Bisnis Syariah,” vol. 7, pp. 1245–1255, 2025, doi: 10.47467/alkharaj.v7i3.6318.

[7] A. Mahdia, “The Role of Human Resource Management in Employee Well-Being and Mental Health : A Systematic Literature Review Peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Kesejahteraan Karyawan dan Kesehatan Mental : Tinjauan Literatur Sistematis,” vol. 1, no. 3, pp. 286–303, 2024.

[8] A. Rivaldi, F. U. Feriawan, and M. Nur, “Metode pengumpulan data melalui wawancara”.

[9] L. Destifani, S. Ita, S. Ani, and V. F. Sanjaya, “Hubungan Pendapatan dan Kesejahteraan Terhadap Kebahagiaan Karyawan PT Pos Indonesia Bandar Lampung,” vol. 3, no. 1, pp. 32–41, 2025.