Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENINGKATAN SANITASI LINGKUNGAN DALAM MEMUTUS RANTAI PENULARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Abstract

          Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Jumlah kasus DBD biasanya meningkat seiring dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, yang menciptakan area untuk perkembangbiakan nyamuk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana perbaikan sanitasi lingkungan dapat memutus transmisi DBD. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kondisi tempat tinggal, lokasi penampungan air, dan sistem pembuangan sampah dengan terjadinya DBD. Sebagai kesimpulan, perbaikan sanitasi lingkungan memiliki peranan yang krusial dalam pencegahan DBD sehingga diperlukan sosialisasi dan program untuk memperbaiki sanitasi guna menghentikan penyebaran penyakit ini.

Keywords

Demam Berdarah Dengue, Sanitasi, Aedes Aegypti

pdf

Author Biography

Davina Alyssa Salsabilla

Universitas Pendidikan Indonesia

Yani Achdiani

Universitas Pendidikan Indonesia


References

  1. Aditama, T. Y. (2020). Demam Berdarah Dengue: Masalah dan Upaya Pengendalian. EGC.
  2. Astuti, R. T., & Dewi, V. R. (2022). “Pengaruh sanitasi lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue”. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 123-130.
  3. Caprara, A., et al. (2009). “Dengue prevention: Mosquito breeding site elimination in Brazil”. Tropical Medicine & International Health.
  4. Erlanger, T. E., et al. (2008). “Role of community participation in vector control”. Bulletin of the World Health Organization.
  5. Hadriyati, N. (2016). “Analisis Hubungan Tempat Penampungan Air dengan Kejadian DBD”. Jurnal Epidemiologi.
  6. Kartika, A. (2018). “Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian DBD”. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
  7. Kusumawati, Y., Suswardany, D. L., Yuniarno, S., & Darnoto, S. (2007).” Upaya pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti dengan pengasapan (fogging) dalam rangka mencegah peningkatan kasus demam berdarah”. Warta LPM, 10(1).
  8. Pebrianti, T., Karimuna, S. R., & Handayani, L. (2024). “HUBUNGAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI”. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo, 5(2).
  9. Pinontoan, O. R., & Sumampouw, O. J. (2020). “Dasar Kesehatan Lingkungan”. Deepublish. Health & Medical Sciences Volume: 1, Number 1, 2023 5 of 5.
  10. Putri, N. F. S. (2022). “Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopurno”. Skripsi, STIKES Bhakti Husada Mulia. Repository STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun.
  11. Prasetyo, A., Budi, A., & Sari, I. (2020). “Hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dengan praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di daerah endemis DBD”. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 5(1), 45-53.
  12. Widjaja, H., & Susanti, R. (2018). “Analisis faktor lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di wilayah perkotaan”. Jurnal Vektor Penyakit, 12(1), 1-10.
  13. World Health Organization. (2023). Dengue and severe dengue. World Health Organization.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 17

You may also start an advanced similarity search for this article.