Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH BAGI PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DALAM UPAYA MENJAGA SANITASI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Abstract

          Pasar tradisional merupakan sumber sampah yang signifikan, baik organik maupun anorganik, yang dapat menimbulkan masalah kebersihan lingkungan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Pasar Gegerkalong, sistem pengelolaan sampah belum berjalan secara efektif, yang terlihat dari kurangnya pemilahan sampah, minimnya fasilitas tempat sampah, jarangnya pengangkutan, serta menumpuknya sampah di lokasi pembuangan sementara. Bau tidak sedap, air tergenang, dan keberadaan serangga pembawa penyakit seperti lalat dan nyamuk merupakan dampak dari kondisi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungan pasar serta efektivitas pengelolaan sampah. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut temuan penelitian, pengelolaan sampah masih sebagian besar tidak berhasil, terutama dalam tahap pengumpulan dan pemisahan di sumbernya. Kondisi sanitasi diperburuk oleh kurangnya petugas kebersihan dan kurangnya komunikasi antara pengelola pasar dan Dinas Lingkungan Hidup dan Sanitasi. Hasil ini menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas sanitasi guna menjaga kesehatan lingkungan pasar, serta pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi pedagang mengenai pemisahan sampah dan standar kebersihan.

          Traditional markets are a significant source of waste, both organic and inorganic, which can cause environmental cleanliness problems. Based on observations conducted at Gegerkalong Market, the waste management system has not been running effectively, as seen from the lack of waste separation, limited trash facilities, infrequent collection, and the accumulation of waste at temporary disposal sites. Unpleasant odors, stagnant water, and the presence of disease-carrying insects such as flies and mosquitoes are impacts of this condition. The aim of this study is to evaluate the sanitation and environmental health conditions of the market as well as the effectiveness of waste management. Through observation, interviews, and documentation, a qualitative descriptive research method was used. According to the research findings, waste management is still largely unsuccessful, especially in the stages of collection and source separation. Sanitation conditions are worsened by the lack of cleaning personnel and insufficient communication between market managers and the Environmental and Sanitation Department. These results highlight the importance of improving sanitation facilities to maintain the health of the market environment, as well as the importance of continuous education for vendors on waste separation and hygiene standards.

Keywords

Pengelolaan sampah, pasar tradisional, sanitasi lingkungan, kesehatan lingkungan, edukasi pedagang, waste management, traditional markets, environmental sanitation, environmental health, vendor education

pdf

Author Biography

Fitri Fatimah

Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia

Nabila Shaira Khaerunnisa

Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia

Raisya Zahwa Nurul Paslah

Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia

Yani Achdiani

Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia


References

  1. Alfiandi, M., & Pratama, R. (2021). “Analisis pengelolaan sampah pada pasar tradisional dan dampaknya terhadap sanitasi lingkungan”. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 45–53.
  2. Amalia, S., & Nurhayati, E. (2020). “Hubungan pengetahuan dan perilaku pedagang terhadap kebersihan lingkungan pasar tradisional”. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(3), 210–218.
  3. Fadilah, N., & Wahyuni, S. (2020). “Dampak penumpukan sampah terhadap peningkatan populasi lalat di pasar tradisional”. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(2), 145–154.
  4. Fadilah, N., & Wahyuni, S. (2020). “Dampak sanitasi buruk terhadap kesehatan di pasar tradisional: Studi kasus di Kota Bandung”. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 95–104.
  5. Fitriani, A., & Suryani, D. (2019). “Evaluasi sistem pengelolaan sampah pasar tradisional berdasarkan prinsip 3R”. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 2(1), 34–42.
  6. Izwara, Y., Kadaria, U., & Pramadita, S. (2022). “Sanitasi lingkungan di pasar tradisional”. HIGEIA: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, Vol.7(4).
  7. Kusuma, R., & Hidayat, T. (2021). “Sanitasi lingkungan pasar dan risiko penyakit berbasis lingkungan pada pedagang”. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(2), 112–121.
  8. Lestari, F., & Putri, A. (2022). “Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pedagang dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar”. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 5(1), 56–65.
  9. Ningsih, R., Putra, D., & Hasanah, U. (2021). “Implementasi pemilahan sampah di sumber pada kawasan komersial: Studi kasus pasar tradisional”. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 250–260.
  10. Prakoso, B., & Widodo, S. (2020). “Pengaruh fasilitas sanitasi terhadap kualitas lingkungan pasar tradisional”. Jurnal Sanitasi dan Lingkungan, 4(2), 98–107.
  11. Rahmani, A., & Dewi, S. (2021). “Analisis kualitas sanitasi lingkungan pasar basah dan potensi penularan penyakit”. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 75–84.
  12. Ramadhani, F., Wijaya, T., & Putri, N. (2021). “Pengelolaan sampah dan pengendalian vektor penyakit di pasar tradisional”. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan, 9(2), 120–131.
  13. Wulandari, R., & Syafrizal, S. (2019). “Efektivitas edukasi pengelolaan sampah terhadap perilaku pedagang pasar tradisional”. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(2), 135–144.

Similar Articles

1-10 of 292

You may also start an advanced similarity search for this article.