Vol. 25 No. 2 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

MENJADIKAN SURGA TERSEMBUNYI PAPUA BARAT SEBAGAI MESIN PERTUMBUHAN EKONOMI DENGAN EKOWISATA DAN KEARIFAN LOKAL

Sabrina Putra Aziza
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Gryzelda Brillian Yolanda
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Nurul Alvy Kholifatul Fadzillah
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Published 2026-01-10

Keywords

  • Ekowisata, Papua Barat, Raja Ampat, Kearifan Lokal, Community-Based Tourism, Pertumbuhan Ekonomi, Konservasi.

How to Cite

MENJADIKAN SURGA TERSEMBUNYI PAPUA BARAT SEBAGAI MESIN PERTUMBUHAN EKONOMI DENGAN EKOWISATA DAN KEARIFAN LOKAL. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(2), 1761-1770. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/6110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekowisata Papua Barat, khususnya destinasi yang dikenal sebagai “surga tersembunyi” seperti Raja Ampat, dengan menekankan peran kearifan lokal sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan pemerintah (BPS, Kemenparekraf), publikasi organisasi non-pemerintah (WWF Indonesia), serta artikel akademik periode 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Papua Barat memiliki potensi ekowisata luar biasa dengan biodiversitas laut tinggi yang diakui dunia, sementara kearifan lokal seperti Sasi Laut berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan memperkuat model community-based tourism. Dari sisi peluang, ekowisata mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan kontribusi terhadap PDRB, namun tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, konflik kepentingan antar-stakeholder, serta ancaman degradasi lingkungan masih signifikan. Pola pengelolaan yang ideal adalah model ko-manajemen berbasis masyarakat adat dan pemerintah, dengan dukungan kebijakan nasional yang berorientasi pada konservasi dan ekonomi biru. Dengan demikian, ekowisata berbasis kearifan lokal di Papua Barat tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga pilar penting dalam menjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Adhuri, D. (2013). Selling the Sea, Fishing for Power: A Study of Conflict over Marine Tenure in Kei Islands, Eastern Indonesia. ANU Press.
  2. Benu, F. (2020). Tantangan pengembangan ekowisata di Papua Barat: Perspektif masyarakat lokal. Jurnal Pariwisata Indonesia, 16(2), 101–115.
  3. Fauzi, A., & Anna, Z. (2019). Ekowisata dan ekonomi berkelanjutan. Bogor: IPB Press.
  4. Fennell, D. (2020). Ecotourism (5th ed.). London: Routledge.
  5. Haryanto, J. T. (2014). Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial, 13(2), 65–78.
  6. Lasso, A., & Dahles, H. (2018). Are tourism livelihoods sustainable? Tourism development and economic transformation in Labuan Bajo, Indonesia. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 23(5), 473–485.
  7. Mangubhai, S., et al. (2015). Papua marine conservation and co-management initiatives. WWF Indonesia Report.
  8. McKenna, S. A., Allen, G. R., & Suryadi, S. (2002). A marine rapid assessment of the Raja Ampat Islands, Papua, Eastern Indonesia. Conservation International.
  9. Salhuteru, R. (2015). Kearifan lokal dalam pengelolaan ekowisata pesisir di Maluku. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(1), 1–12.
  10. Zerner, C. (2000). People, plants, and justice: The politics of nature conservation. Columbia University Press.