Vol. 24 No. 11 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi
Articles

ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA KONTEN ENDORSEMENT PARFUM DI INSTAGRAM

Ariel Yudhistira
Universitas Negeri Medan
Danil Saputra
Universitas Negeri Medan
Ignatius Putra Pandiangan
Universitas Negeri Medan
Baggas Prayuda Sitorus
Universitas Negeri Medan

Published 2025-10-04

Keywords

  • Bahasa Gaul, Pemasaran Influencer, Instagram, Engagement, Parfum, Sosiolinguistik Digital

How to Cite

ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA KONTEN ENDORSEMENT PARFUM DI INSTAGRAM. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 24(11), 111-120. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, konteks, dan fungsi sosiolinguistik dari penggunaan bahasa gaul dalam konten endorsement parfum oleh influencer di platform media sosial Instagram. Seiring dengan pergeseran strategi pemasaran ke ranah digital, bahasa menjadi elemen krusial dalam membangun hubungan dengan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan transkripsi konten dari akun influencer parfum yang dipilih secara purposif. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tiga tahap: identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dominasi penggunaan bahasa gaul dalam tiga bentuk utama: pertama serapan istilah teknis dari bahasa Inggris seperti sillage, projection, dan versatile; kedua penggunaan akronim seperti SPL (Sillage, Projection, Longevity); dan ketiga modifikasi makna kata seperti "racun" yang berkonotasi positif. Secara fungsional, penggunaan bahasa gaul ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi komunikasi, tetapi juga sebagai strategi untuk membangun kedekatan dan otentisitas dengan audiens, menyederhanakan terminologi teknis, serta membentuk citra merek (brand personality) yang modern dan relevan dengan target pasar generasi muda. Implikasi teoretis dari penelitian ini adalah pengayaan kajian sosiolinguistik dalam konteks pemasaran digital. Secara praktis, temuan ini memberikan wawasan bagi praktisi pemasaran mengenai efektivitas dan potensi risiko penggunaan bahasa gaul sebagai strategi komunikasi untuk meningkatkan keterlibatan konsumen dan memperkuat citra merek pada produk gaya hidup seperti parfum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Campbell, C., & Farrell, J. R. (2020). More than meets the eye: The functional components underlying influencer marketing. Business Horizons, 63(4), 469-479.
  2. Fawaid, F. N., Hieu, H. N., Wukandari, R., & Iswatiningsih, D. (2021). Penggunaan bahasa gaul pada remaja milenial di media sosial. Jurnal Literasi, 5(1), 64–76.
  3. Hamidah, A. A. A., Rosalina, S., & Triyadi, S.(2023). Kajian sosiolinguistik ragam bahasa gaul di media sosial Tiktok pada masa pandemi Covid- 19 dan pemanfaatannya sebagai kamus bahasa gaul. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 61-68.
  4. Hariyanti, N. T., & Wirapraja, A. (2018). Pengaruh influencer marketing sebagai strategi pemasaran digital era moderen (Sebuah studi literatur). Jurnal Eksekutif, 15(1), 133–146.
  5. Kertamukti, R. (2015). Strategi kreatif dalam periklanan: Konsep, pesan, media, dan brand. PT. RajaGrafindo Persada.
  6. Liu, S., Gui, D., & Gui, M. (2019). The effect of different internet slang styles on brand personality and ad persuasion. Frontiers in Psychology, 10, 1251.
  7. Ramadhan, A., Naswandi, C. N., & Herman, C. M. (2020). Fenomena endorsement di Instagram Story pada kalangan selebgram. Kareba: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 316- 329.
  8. Sulastri, R. (2021). Penggunaan bahasa gaul dalam media sosial Facebook di kalangan remaja. Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 10-17.