Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN KULINER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SENTRA RENDANG PAYAKUMBUH

Nur Syahara Febriana
UIN Suska Riau
Bio
Rizka Ayu Nabila
UIN Suska Riau
Bio
Yulia Novita
UIN Suska Riau
Bio
Mahdar Ernita
UIN Suska Riau
Bio

Published 2025-12-12

Keywords

  • sentra rendang payakumbuh,
  • kearifan local,
  • kewirausahaan

How to Cite

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN KULINER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SENTRA RENDANG PAYAKUMBUH. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 1821-1830. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/3512

Abstract

Kewirausahaan merupakan proses penting dalam menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha yang tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pada dasarnya, kewirausahaan melibatkan kemampuan inovasi, pengambilan risiko terukur, serta kepemimpinan yang kuat untuk mencapai kesuksesan bisnisMetode penelitian untuk mendapatkan informasi langsung dari pelaku IKM (Industri Kecil dan Menengah) bisa menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan pengumpulan data secara tatap muka langsung di lokasi IKM tersebut. IKM rendang di Payakumbuh memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan pelestarian budaya Minangkabau. Lokasi IKM yang strategis sangat mendukung efisiensi akses bahan baku utama seperti daging sapi dan santan kelapa yang sebagian besar diperoleh dari wilayah sekitar Payakumbuh. Keberadaan tenaga kerja terampil dan pengetahuan turun-temurun dalam memasak rendang menjadi modal utama dalam usaha iniIKM rendang di Payakumbuh menunjukkan potensi besar dalam pengembangan kewirausahaan kuliner berbasis kearifan lokal, dengan lokasi strategis, bahan baku lokal, inovasi produk seperti rendang suwir dan paru, serta pemasaran digital melalui TikTok dan Instagram.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Amelia, H. R. (2025). Analisis lokasi dan potensi IKM rendang sebagai penggerak ekonomi Minangkabau. Jurnal Ilmiah Pemerintahan Daerah
  2. Gemilang, J. (2024). Peran digital marketing dalam meningkatkan daya saing UMKM kuliner. Jurnal Gemilang, 2618
  3. Koperasi Rendang. (2023). Dukungan kelembagaan koperasi dalam pengembangan kapasitas produksi IKM rendang Payakumbuh. Jurnal Ekonomi Kreatif, 10(1), 112-130.
  4. Panas Minder. (2023). Modernisasi pangan khas Minangkabau: Palai Bada melalui inovasi proses dan pemasaran. Jurnal Agrokreatif, 36273.
  5. PERSEPSI. (2018). Model pengembangan industri rendang untuk daya saing UMKM Payakumbuh (Prosiding 43]
  6. Purnomo, A. (2025). Mengangkat kearifan lokal melalui kuliner khas Aceh: Strategi branding berbasis budaya. Jurnal Inovasi Kewirausahaan, 2(3).
  7. Salingkaluak. (2025). 7 chef mancanegara rasakan sensasi memasak rendang di Sentra Rendang Payakumbuh
  8. Sentra IKM. (2025, November 19). Sentra IKM semakin tunjukkan tajinya sebagai destinasi wisata gastronomi Payakumbuh. Sumatera Line.
  9. Strategi Pengembangan. (2022). Strategi pengembangan makanan unggulan tradisional Minangkabau di Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 104
  10. Swadharma. (2025). Strategi pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan UMKM sektor kuliner. Jurnal Kompleksitas, 660.
  11. UMKM Kuliner. (2024). Pemanfaatan UMKM kuliner lokal dan kearifan lokal dalam pemberdayaan ekonomi desa wisata. Jurnal Manajemen Pariwisata Indonesia, 3929.
  12. Wahono, D., & tim. (2025). Diferensiasi produk kuliner berbasis kearifan lokal untuk pasar global. Jurnal Inovasi Kewirausahaan, 2(3).
  13. Weber, A. (2019). Teori lokasi industri dan aplikasinya pada IKM kuliner tradisional Indonesia (edisi revisi). Jurnal Ekonomi Regional, 15(2), 45-60.
  14. Yohana Kitchen. (2024). Peran digital marketing Instagram dan WhatsApp dalam ekspansi UMKM kuliner cepat saji. Jurnal Gemilang, 2618.
  15. Zulmaeta. (2025). Pengembangan wisata gastronomi rendang Payakumbuh: Dampak ekonomi dan promosi internasional. Sumatera Line.