Vol. 25 No. 1 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

IMPLEMENTASI PRINSIP SYARIAH DALAM MANEJEMEN KEWIRAUSAHAAN UMKM HALAL DI INDONESIA, EROPA, TIMUR TENGAH

Sugiharto
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Alna Septiana
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Najwa Habibah
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Siti Nur Haliza
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Resty Dinta Nurani
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Imron Saepulloh
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Renaldy Bagus
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published 2025-12-27

Keywords

  • Prinsip Syariah, Kewirausahaan Islam, UMKM Halal, Indonesia, Eropa, Timur Tengah

How to Cite

IMPLEMENTASI PRINSIP SYARIAH DALAM MANEJEMEN KEWIRAUSAHAAN UMKM HALAL DI INDONESIA, EROPA, TIMUR TENGAH. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(1), 5251-5260. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/4829

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi prinsip syariah dalam manajemen kewirausahaan UMKM halal di Indonesia, Eropa, dan Timur Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, keadilan, serta konsep halal thayyib diintegrasikan ke dalam manajemen bisnis modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip syariah memiliki karakteristik berbeda pada setiap wilayah: Indonesia menitikberatkan pada regulasi, sertifikasi halal, dan dukungan kelembagaan; Eropa menekankan transparansi rantai pasok, audit independen, serta penggunaan teknologi seperti blockchain. Sedangkan negara-negara Timur Tengah mengimplementasikan prinsip syariah melalui dukungan kuat pemerintah dan integrasi dalam sistem hukum nasional. Temuan penelitian menegaskan bahwa manajemen berbasis syariah mampu meningkatkan daya saing UMKM, membangun kepercayaan konsumen, dan mendorong praktik bisnis yang beretika dan berkelanjutan. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan literasi manajerial, biaya sertifikasi, dan perbedaan standar antarwilayah masih menjadi hambatan. Secara keseluruhan, kewirausahaan syariah berpotensi menjadi model alternatif dalam pengembangan ekonomi halal global yang adil, kompetitif, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Ardiani, N. A. F., & Hanastiana, M. R. (2020). Halal food industry: Challenges and opportunities in Europe. Journal of Digital Marketing and Halal Industry, 2(1), 1–12.
  2. Az-Zuhaili, W. (2011). Fiqh al-Islam wa adillatuhu (Vol. 5). Dar Al-Fikr.
  3. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. (2022a). Pedoman sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Kementerian Agama Republik Indonesia.
  4. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. (2022b). Roadmap sertifikasi halal nasional 2020–2024. Kementerian Agama Republik Indonesia.
  5. Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik sumber daya alam Indonesia. BPS.
  6. Bank Indonesia. (2021). Pengembangan UMKM halal di Indonesia. BI Institute.
  7. Bank Indonesia, & Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. (2020). Masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019–2024. BI & KNEKS.
  8. Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.
  9. COMCEC. (2020). Global outlook for SMEs in the OIC member countries. COMCEC Coordination Office.
  10. Damayanti, I., & Rialdy, N. (2022). Model manajemen bisnis syariah dalam meningkatkan daya saing UMKM halal. Jurnal Ekonomi Syariah, 14(2), 120–135.
  11. DinarStandard, & Salaam Gateway. (2023). State of the global Islamic economy report 2022/2023. Dubai Islamic Economy Development Centre.
  12. Efendi, R., & Bakhri, B. S. (2018). Konsep koperasi Bung Hatta dalam perspektif ekonomi syariah. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 15(1), 111–135.
  13. El-Gamal, M. (2006). Islamic finance: Law, economics, and practice. Cambridge University Press.
  14. Faridah, H. D. (2019). Implementasi regulasi jaminan produk halal di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 16(2), 145–156.
  15. Gladwin, T. N., Kennelly, J. J., & Krause, T.-S. (1995). Shifting paradigms for sustainable development. Academy of Management Review, 20(4), 874–907. https://doi.org/10.5465/amr.1995.9512280024
  16. Giyanti, I. (2021). Impact of halal certification on the performance of food SMEs. Journal of Halal Industry Studies, 3(1), 45–58.
  17. Hudaefi, F. A., & Jaswir, I. (2019). Halal governance in Muslim-majority countries: Opportunities and challenges. Journal of Islamic Marketing, 10(2), 687–706. https://doi.org/10.1108/JIMA-09-2018-0175
  18. Kerzabi, A. (2016). Les produits halal dans les économies occidentales. arXiv. https://arxiv.org/abs/1608.08025
  19. Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Nota kesepahaman penyelenggaraan layanan sertifikasi halal. Kemenag RI.
  20. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2020). Pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia. Bappenas.
  21. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2022). Pengembangan industri makanan dan minuman halal di Indonesia. Kemenperin.
  22. Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2019). Marketing 4.0: Moving from traditional to digital. Wiley.
  23. Kshetri, N. (2018). Blockchain’s roles in meeting key supply chain management objectives. International Journal of Information Management, 39, 80–89. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2017.12.005
  24. Kurniawan, M., Suparno, S., & Vanany, I. (2025). Halal supply chain traceability using blockchain and IoT. Sustainability, 17(3), 1023. https://doi.org/10.3390/su17031023
  25. Lathifah, S. N., Ivanka, R. Z., Wijaya, K. Z., Gazani, H. G., & Faraby, M. E. F. (2025). Strategi pemasaran produk makanan halal untuk menembus pasar internasional pada UMKM Bangkalan. Al-Buyu’: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1), 1–11.
  26. Norvadewi, M. A. (2025). Industri halal global: Peluang, tantangan dan strategi pengembangan. Dalam Era baru ekonomi Islam (hlm. 120–140).
  27. Nurlinda, N., & Sari, D. (2021). Digital marketing dalam meningkatkan daya saing UMKM halal. Jurnal Ekonomi Syariah, 9(2), 155–168.
  28. Putra, L. P., & Asri, K. H. (2024). Penerapan prinsip ekonomi syariah dalam pengembangan usaha kecil dan menengah. Jurnal Ekonomi Syariah, 10(1), 95–114.
  29. Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
  30. Republik Indonesia. (2016). Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah.
  31. Rejeb, A., Rejeb, K., Simske, S., & Treiblmaier, H. (2021). Internet of Things research in supply chain management and logistics. Internet of Things, 12, 100318. https://doi.org/10.1016/j.iot.2020.100318
  32. Saeed, A. (1996). Islamic banking and interest. Brill.
  33. Santoso, S., & Ruslaini, R. (2022). Integrasi prinsip-prinsip Islam dalam kewirausahaan dan pemasaran. Jurnal Ekonomi Islam, 13(1), 33–47.
  34. Shofira, N., Sari, J., & Al Rawali, M. R. (2025). Strategi penerapan etika bisnis Islam untuk meningkatkan kelayakan UMKM halal di Indonesia. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(5), 8470–8475.
  35. Tieman, M. (2017). Halal risk management: Combining robustness and resilience. Journal of Islamic Marketing, 8(3), 461–475. https://doi.org/10.1108/JIMA-06-2015-0040