Vol. 25 No. 2 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PERSEPSI DAN RISIKO PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI ALAT TRANSAKSI OLEH KONSUMEN UMKM DI CIRENDEU, TANGERANG SELATAN

Adelia Putri Evirawati
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Fadia Fitriyani Putri Aidil
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published 2026-01-02

Keywords

  • QRIS, persepsi, kemudahan, keamanan, keputusan penggunaan, UMKM

How to Cite

PERSEPSI DAN RISIKO PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI ALAT TRANSAKSI OLEH KONSUMEN UMKM DI CIRENDEU, TANGERANG SELATAN. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(2), 191-200. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/5310

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran digital mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi metode transaksi non-tunai, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi, kemudahan, dan keamanan terhadap keputusan penggunaan QRIS oleh konsumen UMKM di Cirendeu, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 30 responden pengguna QRIS. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial persepsi dan kemudahan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, sedangkan keamanan berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,408.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Ahmad, A., & Pambudi, B. (2013). Pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan, dan keamanan terhadap minat penggunaan teknologi. Jurnal Sistem Informasi, 5(2), 45–56.
  2. Angela, C. (2019). Coffee shop sebagai ruang sosial mahasiswa. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 7(1), 33–41.
  3. Bank Indonesia. (2021). Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/8/PBI/2021 tentang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Bank Indonesia.
  4. Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
  5. Firmansyah, D., et al. (2021). Persepsi manfaat dan risiko fintech terhadap keputusan penggunaan. Jurnal Manajemen Bisnis, 18(2), 101–112.
  6. Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  7. Hadad, M. D. (2017). Financial technology (FinTech) di Indonesia. Bank Indonesia.
  8. Istiarni, D., & Hadiprajitno, B. (2014). Analisis faktor penerimaan teknologi pembayaran digital. Diponegoro Journal of Accounting, 3(2), 1–12.
  9. Karim, A. A. (2004). Bank Islam: Analisis fiqih dan keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  10. Kotler, P., & Armstrong, G. (2017). Principles of marketing (17th ed.). Pearson Education.
  11. Rukayyah, R., et al. (2024). Analisis pemanfaatan QRIS dalam kemudahan pembayaran konsumen Car Free Day Kraksaan. Jurnal Ekonomi Digital, 6(1), 55–66.
  12. Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2012). Consumer behavior (10th ed.). Pearson Education.